Inspirasi dari Oi Kampasi - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 30 Januari 2020

Inspirasi dari Oi Kampasi

Setahun yang lalu kami mencoba mendiskusikan dan berbagi cerita bagaimana keberhasilan daerah lain untuk mengelola hutan dan setahun yang lalu berkomitmen untuk mencoba melakukan perubahan. Pada pertemuan berikutnya, Kami menawarkan kepada teman teman sebuah pembangunan kehutanan berkelanjutan.

Kami mencoba membersamai mimpi mereka untuk menjadikan Kawasan Manggelewa sebuah Kawasan Agrowisata dan Pusat Buah Dompu dan Alhamdulilah konsep tersebut mulai dapat diterima. Lalu, bersama-sama kami merancang sebuah gerakan perubahan dengan hastag #darikampasiuntukdompu yaitu sebuah gerakan untuk mengembangkan sebuah pusat wisata berbasis agro buah buahan.

Kami berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan dengan berbagi peran, Kami membangun sebuah kolam pemandian dan teman teman kelompok tani mulai melakukan penanaman. Kolam Pemandian tersebut dibangun sebagai salah satu pengungkit dan daya tarik awal masyarakat berwisata ke Oi Kampasi, dengan memanfaatkan sumber mata air Kampasi.

Sumber: FB Amirullah Abd saat berfoto Di Photozone KOPA Oi Kampasi

Sementara itu, Yang membuat kami bersemangat dan tersentuh, bibit tanaman buah-buahan dibeli secara swadaya oleh masyarakat dengan cara mengumpulkan uang yang nilainya hampir Rp. 100 juta (yang kemudian ada beberapa bantuan dari instansi pemerintah / Lembaga Masyarakat setelah melihat aktivitas kelompok tani Oi Kamoasi). Lalu kami swadaya melakukan penanaman.

Gerakan ini semakin rutin Kami kampanyekan bersama kelompok tani serta Pokdarwis Oi Kampasi, baik langsung maupun melalui media sosial. Tentunya yang kami upayakan mendapat dukungan dari berbagai pihak , baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

sumber  foto: FB Amirullah Abd
Alhamdulillah hari ini (setahun berjalan), beberapa mimpi dari gerakan perubahan mulai menunjukkan buah manis. Sebuah Kolam Pemandian yang disingkat KOPA telah bisa dinikmati. Tanaman Buah-buahan yang ditanam setahun yang lalu masih bertahan dan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Bahkan beberapa anggota sudah mulai merasakan hasil dari tanaman buah tersebut.
Foto: Gubernut NTB (tengah) bersama kelompok Masyarakat dan Pokdarwis Mandi di KOPA Oi Kampasi

Misalnya Pak Muhtar yang merupakan salah satu kelompok Tani yang sudah merasakan hasilnya
Ia adalah salah seorang Petani Hutan yang menjadi PEMBEDA...Ditengah musim panas berkepanjangan di Manggelewa Dompu, beliau tetap rajin menyiram tanaman buahnya, walaupun harus menarik air dengan pompa air. Areal kelola seluas lebih kurang 1 Ha sudah penuh diisi dengan tanaman produktif seperti Durian, Nangka, Lengkeng, Rambutan, Jeruk dan lain lain yang bibitnya dari swadaya/membeli sendiri serta bantuan dari BPDAS HL Dodokan Moyosari NTB.
Diantara tanaman produktifnya, Sang PEMBEDA ini juga menanami arealnya dengan tanaman pisang yang berfungsi ganda sebagai tanaman naungan dan sekaligus sebagai sumber pendapatan antara sebelum buah produktif menghasilkan...Dari hasil menanam pisang ini beliau memperoleh penghasilan bulanan Rp. 5-7 juta per bulan.
Foto: Pak Muhtar dan keluarga
Ada kisah menarik dari Sang PEMBEDA ini...sebulan yang lalu, saat melaksanakan sholat subuh berjamaah di salah satu Masjid di Sukadamai, motor anak beliau yang dipakai untuk ke Masjid dicuri orang. Dengan segala kerelaan, beliau mengikhlaskan hilangnya motor tersebut. Pada pagi harinya, beliau menyuruh putranya untuk melihat pisang yang ditanam pada areal kelolanya dan memerintahkan putranya tersebut untuk memanen pisang yang sudah siap panen.
Alhamdulillah, jumlah pisang yang dipanen sekitar satu pick up kecil kemudian dibawa ke pasar Manggelewa. Dari hasil penjualan pisang tersebut,. Keesokan paginya beliau langsung membeli motor second seharga pisang yang terjual tersebut yaitu Rp 6 juta. Begitulah balasan bagi orang orang yang berniat menghijaukan bumi Allah SWT. Tanpa ada kesulitan beliau bisa langsung mengganti sepeda motor putrinya yang hilang dicuri orang dalam waktu satu hari.

Pembangunan Bak Oi neni

Pak Ahmad Yani, Ketua Kelompok Tani Oi Kampasi, merupakan salah satu tokoh gerakan perubahan yang menjadi salah satu PEMBEDA juga di Desa Sukadamai. Pada Tanggal 26 Agustus 2019, Kami bersama Bapak Ahmad Yani didampingi Bapak Hikmah Srj serta Tamudin Sape mengunjungi salah satu sumber mata air di Kawasan Hutan Lindung Manggelewa yaitu Mata Air Oi Neni (kalau diartikan secara harfiah artinya mata air yang keluarnya menetes) yang terdiri dari Mata Air Oi Neni 1 dan Mata Air Oi Neni 2 yang berada pada ketinggian ± 800 – 1000 mdpl.
Foto: Ahmad Yani (kanan) dan kelompok Tani saat memasang pipa Oi Neni
Mata Air ini memiliki kekhasan karena lokasinya berada pada puncak bukit (puncak bukit tertinggi) dari lokasi areal kelola masyarakat. Dalam diskusi, salah satu permasalahan yang muncul tiap tahun di lokasi tersebut adalah kekeringan yang cukup panjang sehingga berpengaruh terhadap upaya upaya penanaman dan/atau rehabilitasi yang dilakukan.

Oleh karena itu, Dalam upaya mewujudkan Kawasan Agrowisata dan Pusat Buah-Buahan Dompu di Kawasan Manggelewa, kami bersepakat bahwa Mata Air Oi Neni ini harus dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air untuk mengairi areal tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan melalui pengembangan Tanaman Produktif dan HHBK yang sedang dilaksanakan oleh BPDAS Dodokan Moyosari NTB Tahun 2019.

Pemanfaatan Mata Air Oi Neni harus dimulai dengan upaya perlindungan Mata Air melalui Pembangunan Bak Penampung yang sekaligus berfungsi sebagai Bak Pembagi kebeberapa titik RHL. Alhamdulillah, Bak Penampung Mata Air/Bak Pembagi Mata Air Oi Neni 1 dan Oi Neni 2, sudah selesai berkat Swadaya dan Kekompakan Kelompok Tani dibawah Bapak Ahmad Yani dan Bapak Tamudin yang didukung penuh oleh Cipta Karya Lestari.

Semoga dengan adanya Bak Air/Bak Pembagi ini akan mempercepat dan meningkatkan keberhasilan mewujudkan mimpi mewujudkan Kawasan Manggelewa sebagai Pusat Buah Dompu, Pusat Agrowisata Buah dan Pusat Pengembangan Kemiri serta Industri Kemiri.

Dan virus pembeda ini sudah diikuti oleh sebagian anggota kelompok yang lain. Semoga dari beliau akan muncul sang PEMBEDA-PEMBEDA yang lainnya.

Karena kami dan masyarakat Oi Kampasi memiliki keyakinan bahwa, Jika hutan kita rawat Dan manfaatkan dengan baik, hutan akan memberikan manfaat dan maslahatnya. Sebaliknya, jika Kita hanya memanfaatkan hutan tanpa Ada kesadaran untuk merawatnya, maka hutan cendrung memberikan Bala dan bencana

Sumber:
Fb : Bono Zahra Amir

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done