Johan Usulkan Sumbawa dan KSB Jadi Pilot Project Pemberlakuan Program Kartu Tani - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 27 Januari 2020

Johan Usulkan Sumbawa dan KSB Jadi Pilot Project Pemberlakuan Program Kartu Tani

Foto: Johan Rosihan di Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI   

Jakarta- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Johan Rosihan mengusulkan agar Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dimasukkan dalam daftar wilayah yang akan dijadikan pilot project pemberlakuan program kartu tani sebelum pemberlakuan program kartu tani Nasional direalisasikan oleh Kementerian Pertanian.

Hal ini disampaikan saat Komisi IV DPR RI melaksanakan RDP dengan Dirjen PSP, Dirjen TP, KaBadan PPSDM Pertanian, KaBadan Litbang Pertanian, Dirut PT Pupuk Indonesia HC, HIMBARA, dan Deputi II Bidang Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian membahas pelaksanaan kebijakan pupuk subsidi dan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam menghadapi musim tanam, serta evaluasi program kartu tani yang baru saja diluncurkan pemerintah, Senin (27/1/20).

Anggota DPR RI Dapil NTB I itu mengungkapkan, NTB khususnya Pulau Sumbawa punya infrastruktur yang memadai demi menjalankan program ini. "Secara infrastruktur kita sudah oke. Tinggal kita galakkan sosialisasi kepada masyarakat. Saya yakin kita punya kesiapan soal ini. Jadi tidak ada salahnya kita coba." Ungkapnya saat rapat tersebut.
Sebelumnya, beberapa daerah yang hendak dijadikan pilot project adalah wilayah Jawa dan Madura. Melihat itu, Johan kemudian mengusulkan untuk menambahkan dua wilayah lagi yakni Kabupaten Sumbawa dan KSB di NTB. Usulan itu pun lalu disambut baik oleh semua peserta rapat. Hasilnya, usulan itu pun langsung dicantumkan dalam 9 point kesimpulan rapat secara resmi yang sama-sama disahkan oleh perwakilan dari Pemerintah dan DPR.

Tak hanya soal program kartu tani, politisi yang akrab disapa JR itu juga mengkritisi kelangkaan pupuk dan metode pendistribusian di tingkat bawah yang dirasa sangat merugikan petani. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang tak pernah mau belajar atas fenomena kelangkaan pupuk yang terus berulang setiap tahunnya.

"Keledai saja tidak mau jatuh di lubang yang sama. Masa kita setiap tahun mesti disibukkan oleh kelangkaan pupuk. Kalau begitu apa sebenarnya yang kita lakukan selama ini? Atau jangan-jangan memang sengaja kita buat langka?" Tandasnya.

Johan mencurigai masalah dari kelangkaan pupuk yang selama ini dihadapi petani-petani kita di daerah adalah adanya permainan di tingkat pengecer dan distributor. Ia menegaskan bahwa di beberapa daerah, pengecer malah ada yang sengaja menimbun pupuk. Barulah nanti akan dijual mahal saat dibutuhkan sehingga petani tak punya banyak pilihan.

Untuk mengantisipasi praktik-praktik seperti itu, Johan mengusulkan agar pemerintah bekerjasama dengan BUMDES dalam proses penyalurannya. "Pemerintah jangan terlalu berpatokan kepada para pengusaha. Namanya juga usaha, ya pasti mereka butuh keuntungan. Sekali-kali ajak BUMDES bekerjasama. Saya yakin mereka tidak berani menyimpang. Bisa-bisa kantor desanya dibakar massa".  Kata politisi PKS Itu.

Di ujung pemaparannya, Johan kembali mengajak semua pihak untuk bekerja secara baik. Bekerja serius dan sungguh-sungguh demi memikirkan nasib petani yang selama ini terpinggirkan (Ong)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done