Zero Waste VS Zero Aware - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 17 Januari 2020

Zero Waste VS Zero Aware

Zero Waste merupakan prasa yang cukup trend di dunia. Beberapa Negara bahkan sedang dan telah melakukan “perang” terhadap sampah dalam memenangkan Zero Waste ini. Katakan saja Turki yang telah memulainya sejak tahun 2017 lalu. Bahkan di beberapa Negara Eropa yang telah lama memulai dan bahkan telah berhasil.

Zero Waste dan “Halu”

Kini,  Zero Waste adalah prasa yang tidak lagi asing di telinga warga NTB. Menjadi sangat  booming  ketika Nahkoda NTB Gemilang  mengkampanyekan prasa tersebut sejak 2019 lalu. Media sosial warga NTB pun ramai dengan gambar dan tagline tentang sampah. Pilihan foto background pun berubah, dari view semula yang indah diganti dengan pemandangan  TPS (baca: tempat pembuangan Semberawut). Fenomena tersebut bermula ketika “Bang Zul” (Gubernur NTB) beberapa kali berfoto di beberapa lokasi TPS.

Lhaaa, kalau Gubernur berfoto di lokasi TPS tujuannya untuk mengajak warga medsos NTB agar menjaga kebersihan, sekaligus secara tidak langsung berkordinasi dengan SKPD terkait agar tanggap terhadap Sampah.
Salah satu momen Gubernur NTB saat melintasi salah satu TPS. Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=725628837922936&set=pb.100014274780638.-2207520000..&type=3&theater

Beberapa foto Gubernur di TPS yang lumayan viral di medsos sudah jelas sebagai Campaign mengajak warga NTB agar kita SADAR bagaimana mengatasi sampah di wilayah kita secara proporsional sebagai tanggung jawab tiap individu. Namun tidak sedikit yang salah faham. Masih juga ada warga medsos NTB yang dadakan  hobi selfi di TPS sambil kegirangan dan kekurangan muka (baca: mencari muka) dengan gagahnya.


Ente kira ada kaitannya antara berfoto di TPS dengan  tingkat kepedulian terhadap sampah pada seseorang?

Akan berbeda jika foto yang ente publish sebagai warga NTB yaitu kegiatan membersihkan lingkungan bersama warga.  Itu bisa menjadi salah satu campaign positif dan motivatif  untuk  warga medsos NTB . tapi jika sekedar selfi tanpa aksi yang nyata, takutnya sebagian besar Netizen NTB mengira bahwa ente “halu” (baca: berhalusinasi) menjadi Gubernur NTB.

Zero Waste, Seratus Porsen Sadar

Dalam bergerak, Ketidaktahuan membuat orang takut, ketidakfahaman membuat orang keliru, dan ketidaksadaran membuat orang Abai.

Ungkapan orang bijak di atas merupakan akar dari bagaimana segala permasalahan yang berjalan dalam kehidupan kita secara terus menerus dan sebagian besar didasari oleh peng-abai-an. Jika saja ada sebuah mesin konversi kesadaran, maka Zero Waste terkonversi pada nilai 100 untuk kesadaran.
Melihat Zero Waste yang On Going di NTB dengan berbagai senjata andalannya seperti  Bank Sampah, dan lain-lain, NTB perlu lebih serius melihat ke akar permasalahan sesungguhnya yaitu Awareness.

Bank Sampah atau apalah namanya, menurut penulis tidak akan bisa bertahan lama dan membumi di NTB selama tidak dibarengi oleh program-program lain yang menyentuh kesadaran warga akan Program Zero Waste. Segala bentuk program saat ini yang bermuara pada Zero Waste bukannya tidak positif, sebaliknya sangat positif dan perlu diapresiasi. Namun ketika dihadapkan pada pertanyaan Sampai Kapan bisa bertahan? maka jawabannya sangat ditentukan oleh sejauh mana persentase kesadaran warga NTB terhadap nawaitu Zero Waste.


Dari mana kita memulai?  Tentunya Edukasi. Edukasi melalui pendidikan formal khususnya. Kenapa? Karena punggawa-punggawa NTB untuk lima bahkan sepuluh tahun ke depan saat ini masih berstatus pelajar. Maka NTB perlu secara serius menjamah lembaga pendidikan formal melalui hidden kurikulum   secara terstruktur dan terukur. Zero Waste jika dipandang dalam kurikulum bisa menjadi output penting dari beragam karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik di sekolah.

Lalu bagaimana dengan masyarakat? Sebagaimana di pendidikan formal, maka NTB perlu juga menseriusi program-program yang sasarannya adalah kesadaran masyarakat akan zero waste, sehingga  Desa-desa di NTB tidak berprasangka bahwa Zero Waste nya NTB Gemilang identik dengan Bank Sampah semata.

Di tahap inilah kita akan menguji keseriusan Zero Waste sebagai salah satu program viral NTB Gemilang. Di tahap ini pula kita akan bisa menyaksikan bagaimana kekuatan Nawaitu Zero Waste dalam memenangkan “pertikaian” melawan Zero Aware. Bahkan pada tahap ini pula kita akan melihat kesungguhan program-program NTB Gemilang lainnya  yang menjadikan Zero Aware sebagai musuh utama.

Hidayat Emzko
(Direktur Sinergi NTB)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done