Johan Usulkan "Beasiswa Khusus Anak Petani" - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 17 Februari 2020

Johan Usulkan "Beasiswa Khusus Anak Petani"

Foto: H. Johan Rosihan, ST saat menyampaikan Usulan di RDP Komisi IV DPRRI dengan Menteri Pertanian
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, H. Johan Rosihan, ST Mengusulkan Adanya beasiswa yang dikhususkan untuk anak petani di Rapat Dengar Pendapat Komisi IV dengan Menteri Pertanian (17/02).  Johan menyampaikan nahwa salah satu hal mendasar yang memunculkan usulan Beasiswa Khusus Anak Petani kepada pemerintah adalah Visi Presiden RI tentang SDM Unggul dan Indonesia Maju yang berisi tentang pengembangan kualitas SDM dengan cara-cara baru. 

Menurutnya, hal  tersebut telah dielaborasi dalam sasaran kebijakan Renstra Kementerian Pertanian tahun 2020-2024 dengan salah satu arah kebijakannya yakni meningkatkan kualitas SDM Pertanian, dengan cara membentuk regenerasi dan penumbuhan minat generasi muda pada sektor Pertanian. 

Lebih jauh, Johan menjelaskan bahwa saat ini sektor Pertanian telah menyumbang sebagai contributor terbesar kedua dalam PDB yakni sebesar 14% dalam rata-rata distribusi PDB kita dan saat ini jumlah masyarakat yang bekerja pada sektor Pertanian berjumlah 35,16 juta orang. Maka yang menjadi tantangan pemerintah kita kedepan adalah fokus pada pengembangan SDM Pertanian berbasis keluarga petani.
Foto: H. Johan Rosihan, ST saat berdiskusi langsung dengan petani di Pulau Sumbawa
Menurut Anggota DPR RI Dapil NTB 1 ini bahwa sebagai langkah konkret dan bentuk dukungan pemerintah terhadap keluarga petani, serta peningkatan kualitas SDM petani, maka program beasiswa khusus anak petani ini bisa menjadi solusi. 

"Kita sudah sepakat untuk mendukung Visi Presiden tentang SDM Unggul Indonesia Maju. Visi besar ini tentu harus bisa diterjemahkan dengan baik oleh semua Kementerian, termasuk Kementerian Pertanian. Karenanya tidak usah rumit-rumit, buat saja program beasiswa khusus anak petani." Demikian kata Johan saat melakukan RDP dengan Kementerian Pertanian, Senin Kemarin

Program-program seperti ini tentu bisa menjadi pemantik semangat petani, agar keluarganya memiliki pendidikan yang lebih baik dan kesejahteraan yang lebih meningkat. Pemerintah mesti mewaspadai fenomena jumlah penduduk yang bekerja di sektor Pertanian yang terus menurun dari 39,22 juta pada 2013 menjadi 38,97 juta pada 2014. Jumlahnya turun lagi menjadi 37,75 juta pada 2015, hingga saat ini terus turun sampai berjumlah sekitar 35,16 juta orang saja, sementara dari sisi usia rata-rata petani semakin tua dan generasi muda merosot minatnya menjadi petani.

Johan mengingatkan bahwa adanya program pemerintah tentang Pertanian masuk sekolah, Jangan hanya dijadikan sebatas jargon/kegiatan simbolik saja tanpa ada kesiapan konsep, kesiapan sarana prasarana, kesiapan kurikulum dan muatan lokal, serta kesiapan pengkondisian sekolah untuk memahami dunia Pertanian secara utuh, seperti tenaga pendidik Pertanian, lahan percobaan dan lab Pertanian, dan lain-lain. 

Mengingat kondisi petani kita saat ini sangat memprihatinkan maka menurut Johan, sebaiknya segera dibuat program yang berorientasi pada keberpihakan kepada keluarga petani di sekolah, seperti program beasiswa khusus anak petani, program anak petani yang berprestasi di sekolah dan lain sebagainya.

Paradigma pertanian saat ini mesti diterjemahkan dalam kebijakan dan serangkaian program-program pembangunan yang pro pada keluarga petani. Sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, bahwa pertanian tidak identik dengan kemiskinan. Johan mencontohkan bahwa negara-negara lain banyak yang hidup makmur karena memiliki sistem pertanian yang kuat. 

Negara-negara tetangga kita seperti Thailand, Cina, dan Malaysia dapat berjaya dengan produk pertaniannya. Demikian pula Amerika Serikat, hingga kini tetap menjadi eksportir pangan-pangan utama ke berbagai negara. Pertanian di negara kita memiliki potensi pertumbuhan tertinggi bagi pemberantasan kemiskinan dalam jangka pendek dan menengah yang memiliki wilayah pedesaan dengan mayoritas penduduknya petani dan kehidupan keluarganya sangat bergantung kepada sektor Pertanian (wong).

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done