KKP Perlu Membangun Program Menguatkan Daya Saing - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 20 Februari 2020

KKP Perlu Membangun Program Menguatkan Daya Saing


Jakarta (SinergiNTB) - Johan Rosihan Anggota DPR RI F-PKS Dapil NTB menyoroti masih rendahnya daya saing produk perikanan Indonesia jika dibandingkan dengan Negara-negara produsen perikanan dunia lainnya. “Meskipun Indonesia merupakan salah satu Negara dengan produksi perikanan tertinggi di dunia, namun nilai ekspor produk perikanan masih jauh dari kata memuaskan” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. 

Dari data yang kami peroleh peringkat ekspor Indonesia kalah telak dari Vietnam, dimana rata-rata nilai ekspor perikanan Indonesia selama 5 tahun belakangan mencapai 43 triliun rupiah sedangkan vietnam mampu memperoleh 85 triliun yang artinya ada gap nilai yang cukup besar, padahal potensi sumberdaya perikanan Vietnam hanya 1/3 dari yang kita miliki.

Sebelumnya Dirjen Penguatan daya saing dan produk kelautan dan perikanan (PDSPKP) Agus Suherman dalam Rapat dengan pendapat mengemukakan empat strategi utama dirjen PDSPKP pada tahun 2020 yaitu: 1) Peningkatan Investasi Dan Pengembangan Usaha Kelautan Dan Perikanan, 2) Pengembangan Akses Pasar  Hasil KP Dalam Dan Luar Negeri, 3) Penguatan Kinerja dan Efisiensi Logistik Hasil KP dan 4) Peningkatan produk KP yang bermutu dan  bernilai tambah.
Menanggapi pemaparan tersebut, Johan menilai KKP perlu kerja cerdas untuk memenuhi target, mengingat hal itu merupakan turunan dari renstra Kementerian Kelautan dan Perikanan 2019-2024 yang secara tidak langsung merupakan penjabaran visi dan misi Presiden Jokowi. Kami harap KKP melalui ditjen PDSPKP terus mendorong program-program yang memiliki multiplier effect tinggi, meningkatkan ekonomi masyarakat serta mendorong pengurangan kasus stunting yang banyak terjadi di Indonesia belakangan ini. 

Khusus untuk membantu program pemerintah dalam hal pengurangan stunting, kami secara khusus meminta agar program gemar makan ikan (gemarikan) pelaksanaannya harus diperbanyak, tujuannya adalah untuk mengkampanyekan kebiasaan makan ikan yang dapat menyehatkan, menghidupkan ekonomi masyarakat pengolah produk perikanan serta yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui makan ikan.

Pada kesempatan tersebut, Johan juga menyoroti anggaran ditjen PDSPKP yang paling rendah diantara direktorat jendral lainnya di lingkungan KKP. "Dari catatan yang kami lihat Ditjen PDSPKP memperoleh pagu anggaran hanya 366 M sedangkan Ditjen perikanan tangkap sebesar 702 M, ditjen Perikanan Budidaya 739 M, ditjen pengelolaan ruang laut  507 M dan ditjen PSDKP 1.062 M. Lalu bagaimana kita mau meningkatkan daya saing produk perikanan dengan postur anggaran seperti ini??" Paparnya. 

Kedepan, untuk tahun 2021 saya mengusulkan untuk meningkatkan pagu anggaran KKP sekaligus penguatan ditjen PDSPKP. Terakhir Johan juga meminta KKP untuk fokus kepada pengembangan produk-produk kelautan perikanan termasuk jasa-jasa lingkungan berbasis potensi daerah. Ia pun mencontohkan teluk saleh di Sumbawa yang memiliki potensi wisata hiu paus dan tracking mangrove yang sangat baik sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir disana (ong)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done