PERSPEKTIF: SARJANA "SAMPAH" - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 07 Februari 2020

PERSPEKTIF: SARJANA "SAMPAH"






Oleh: Amak Khalil

Ada yang mengatakan cari kerja makin susah, lapangan kerja sempit, penghasilan tidak pernah cukup dan seterusnya. Sebenarnya yang salah adalah cara berpikir dan paradigma yang dibangun.

Konon, rizki itu datang dari kemeja yang berdasi dan celana kain yang bersepatu. Inilah kesalahan fatal baik dari didikan orang tua atau pun sekadar mengikuti trend zaman.

Bagi kami, itu semua harus dibuang jauh-jauh. Tak malu urus sampah, tak malu kami yang sudah bertitel dan tak malu juga kami dari keturunan orang mana. Yang paling penting adalah warna uang yang dihasilkan sama bagi siapa saja. Baik yang berkantor di depan layar monitor atau yang berjibaku di dunia olah sampah bercelana kolor. Bahkan, bisa saja kami lebih dari itu kalau giat bekerja. Tenggelam jika kurang, malas, dan "hanya" cari sensasi.

Bagi kami, membangun bisnis daur ulang artinya sedang membangun lingkungan yang lebih baik. Menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Pun demikian, ketika kami menemukan kerikil dan batu di depan mata kaki, injak saja jangan sampai membuat kita tersandung lalu jatuh tergeletak. Teruslah bergerak biar Yang Maha Kuasa yang menuntun.

Semangat terus pejuang sampah. Semoga berkah dan penuh spirit.

*** Amak Khalih adalah pegiat daur ulang sampah.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done