Puteri Mandalika, MotoGP & Kreativitas Fashion dari Tenunan - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 13 Februari 2020

Puteri Mandalika, MotoGP & Kreativitas Fashion dari Tenunan



Oleh: Gde Aryadi (Kepala Dinas Komunikasi, Informasi & Statistik Provinsi NTB)

Alkisah, pada zaman dulu di Pulau Lombok, ada seorang Putri Raja di sebuah Kerajaan yang menjadi buah bibir karena parasnya yang ayu nan mempesona.  Putri Mandalika namanya. Putri dari Raja Tunjung Biru yang sangat masyhur.

Kecantikan Putri Mandalika kesohor  hingga ke seantero kerajaaan di Pulau yang juga di kenal dengan sebutan Gumi Sasak itu.

Sosok gadis yang tak hanya menawan, ia juga memiliki budi pekerti luhur yang, bahkan, rela mendedikasikan hidup-matinya demi menjaga ketenteraman, kedamaian dan harmoni kehidupan setiap kerajaan yang mendiami pulau tersebut.

Ibarat seorang bidadari, mana ada laki di bumi yang tak tersihir cinta setiap kali mata memandanginya.
Putra-putra Mahkota dari kerajaan-kerajaan Gumi Sasak pun tak kuasa menahan gelora cinta yang tumbuh ke orang yang sama; Putri Raja Tanjung Biru.
Putri Mandalika menjadi rebutan.

Demi memperoleh cintanya, para Putra Mahkota siap jiwa raga, bahkan, jika harus melalui peperangan berdarah sekalipun. Tapi, sang Putri tak menerima jalan kekerasan. Diputuskanlah sebuah sayembara. Pantai Seger Kuta Mandalika, Lombok Tengah, menjadi lokasi penyelenggaannya.

Tepat pada tanggal 20, di tengah terang malam bulan purnama ketujuh berdasarkan perhitungan kalender Sasak, sayembara itu berlangsung. Sayang seribu sayang, di hadapan para Putra Mahkota Kerajaan dan rakyatnya, konon, Putri Mandalika justru mengumumkan dirinya untuk tidak memilih siapapun di antara para pangeran gagah perkasa itu.

Malang tak dapat ditolak. Demi tak menyakiti hati para Pangeran dan demi menghindari pertumpahan darah, Putri idaman setiap lelaki itu memilih untuk menceburkan diri ke laut. Dan, dalam hitungan menit, ia hilang  bersama deburan birunya kilau gelombang ombak lautan yang disinari bulan purnama, malam itu.


Para pangeran dan rakyatpun berlarian turun ke pantai untuk mencari sang putri cantik. Namun hingga menjelang subuh,  sang putri tidak kunjung ditemukan. Tetapi yang muncul hanyalah ribuan cacing warna warni berkilauan yang disebut Nyale.

Sejak peristiwa itulah, kemudian setiap tahun rakyat di Gumi sasak mengenangnya sebagai Legenda Putri Nyale. Dan kini, berdasarkan kalender Sasak, di pantai Seger Kuta Mandalika Loteng, NTB, secara rutin dilaksanakan prosesi peringatan yang dikemas ke dalam Festival Bau Nyale.

Nilai penting dari legenda itu untuk mengingatkan kita semua, betapa tingginya budi baik Sang Putri yang ingin menjaga kedamaian, kelestarian dan kerukunan negerinya, dengan mengesampingkan kepentingan cintanya.

Budi baik dan kecantikan Putri Mandalika, ternyata, tidak hanya ada dalam legenda. Seturut dengan lokasi di mana kisah itu terjadi, tepatnya, di Pantai Seger Kuta Mandalika, kini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang memikat decak kagum jutaan ummat manusia dari seantero dunia. Mereka berlomba datang ke kawasan itu, hanya sekedar ingin menikmati keindahan alam dan pesonanya. Secantik paras Putri Mandalika atau Putri Nyale.

Di Kawasan yang meliputi luas 1.200 hektar itu, saat ini, sedang dibangun sirkuit MotoGP terindah didunia. Dengan few pantai berpasir putih, bak butiran mutiara dan merica, bos Dorna yang menjadi tokoh utama dibalik para pembalap dunia sudah dua kali berkunjung ke KEK Mandalika. Ia menyebut Sirkuit Mandalika sebagai impian masa depan pembalap dunia, oleh karna lokasinya yang indah dan paling unik didunia.

Di tahun 2021 mendatang, event internasional motoGP yang paling digemari kaum mellenial, sudah akan digelar untuk pertama kalinya di sirkuit terindah dunia, di Pulau Lombok.

Hingga kini, kawasan tersebu mewariskan legacy yang tidak ternilai harganya. Keindahan alamnya yang  menjadi pusat wisata dunia, akan membuka jutaan kesempatan kerja dan bangkitnya berbagai industri pendukung pariwisata yang kelak menyediakan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

Di tempat ini, tentu harus diimbangi dengan upaya menjaga nilai-nilai sosial dan budaya Daerah. Membuka kesempatan bagi generasi pewaris budaya sasak untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Seperti tenun khas Sasak, kuliner, fashion dan ragam kerajinan lainnya yang berpotensi menghasilkan triliunan dolar di masa depan.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini, S.E., M.Si saat menjadi narasumber pada acara Creative Dialogue dan Mandalika Fashion di Kuta Beach Park, kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah kemarin (Rabu, 12/02/2020),  meyakini sektor ekonomi kreatif NTB akan berkembang pesat.

Niken, yang juga merupakan ketua TP PKK Provinsi NTB ini, menyatakan akan terus fokus pada pengembangan kreativitas tenun NTB yang telah terkenal akan keindahan dan ragam motifnya.

”Semua ini tidak terlepas dari semangat para penenun yang sangat luar biasa. Apalagi NTB ditargetkan menjadi pusat industri tenun nasional. Kalau ini tercapai, maka stok tenun di NTB akan semakin banyak, ” ujarnya.

Staf ahli Gubernur, Drs. H. L. Syafi'i MM, mewakili Gubernur NTB, Dr.H Zulkieflimansyah, membuka acara yang merupakan rangkaian acara menyambut festival pesona Bau Nyale 2020 ini.

Gubernur Zul, dalam sambutanya, menyatakan bahwa sektor pariwisata tidak bisa dipisahkan dengan ekonomi kreatif. Ia menyebut ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Endang Sri Hariyatie Budi Karya menyatakan kebahagiaannya bisa hadir di Mandalika. Menurutnya, Mandalika adalah destinasi wisata nasional dan internasional yang akan menggaungkan karya-karya ekonomi kreatif NTB.


“Karya pengrajinan dan UMKM NTB akan menjadi kekuatan daya tarik Indonesia. Selain itu, kain tenun NTB dan kerajinan lainnya akan  menjadi ketahanan ekonomi masyarakat untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan”, ujar perempuan aktif ini.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa visi Dekranas adalah membangun Indonesia handal dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia. Meskipun saat ini telah dimulai era industri 4.0, kemurnian budaya Indonesia harus tetap melekat pada setiap insan bangsa Indonesia.

“Mari kembangkan terus kerajinan karya lokal dan kearifan lokal NTB untuk terus ditularkan ke generasi milenial”, pungkasnya.

Sementara itu, Indonesian Tourism Developmen Coorporation (ITDC) selaku pengembang KEK Mandalika mulai tahun 2019 lalu, telah mengoperasikan Bazaar Mandalika UMKM, sebagai pusat penjualan, pameran dan display produk-produk lokal NTB.

Menurut ITDC Operation Head Mandalika, Parawijaya, kedepannya, ITDC akan berupaya membuat standarisasi produk, agar produk UMKM masyarakat bisa dipasarkan lebih luas, dan mampu menjadi oleh-oleh bagi wisatawan asing," harapnya pada sesi dialog kreatif.
Untuk pemasaran produk, ITDC juga akan menyediakan sebuah sistem yang memudahkan masyarakat melakukan pembayaran, penjualan dan pengiriman produk. Hal ini menurutnya sangat penting mengingat potensi ekonomi KEK Mandalika kedepan sangat menjanjikan dengan gelaran MOTOGP 2021.

“Diperkirakan jumlah penonton MotoGP akan mencapai 150 ribu oraang dari  seluruh penjuru dunia," tuturnya meyakini.

Creative Diologue dan Mandalika Fashion, juga menghadirkan narasumber desainer bertaraf dunia, Wignyo Rahadi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Achris Sarwani. Kegiatan dialog dilanjutkan dengan Fashion Show oleh model-model NTB mengenakan ragam tenun lokal karya pengrajin NTB.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done