TRAGADE COMPETITION NTB: MEMPERTAHANKAN TRADISI, MENGEMBANGKAN BUDAYA - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Rabu, 05 Februari 2020

TRAGADE COMPETITION NTB: MEMPERTAHANKAN TRADISI, MENGEMBANGKAN BUDAYA



Oleh: Fairuz Abadi SH

Budaya Tehnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kian pesat dan cepat. Sejumlah sarana dan aplikasi dalam berbagai sektor pembangunan terus meningkat. Hal ini senada dengan perkembangan dan kemajuan pendidikan dalam menggunakan sarana TIK sebagai gerakan kebudayaan tehnologi.
Tehnologi informasi telah banyak merubah kebiasaan masyarakat.

Perubahan ini tentunya harus sebanding dengan budaya masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam. Keberagaman budaya dan tradisi ini harus dipertahankan karena telah mampu dan terbukti menyatukan masyarakat dari ujung timur hingga ujung barat yang bermukim diatas tanah kepulauan nusantara.

Di sisi lain sebagai bagian dari masyarakat dunia, kita tak dapat menghindar dari pengaruh budaya luar yang mungkin saja berbeda dan tak dapat diterima dalam kehidupan berbangsa. Namun bisa juga menjadi sama sehingga terjadi akulturasi yang dapat memperkaya khasanah budaya.

Salah satunya adalah budaya permainan tradisional. Setiap daerah di belahan nusantara ini memiliki keragaman permainan tradisional yang memiliki nilai pendidikan karakter.

Beberapa diantaranya adalah; Petak Umpet, Bola Bekel, Gundu atau Kelereng, Lompat Tali, Egrang, Benteng Sodor atau Gobak Sodor, Boi-Boian, Bentik atau Gatrik, Ular Naga Panjang, Engklek dan masih banyak lagi yang lainnya.

Demikian juga di NTB, terdapat beberapa permainan dan olah raga tradisional yang sama dengan daerah lain namun memiliki sebutan yang disesuaikan dengan Bahasa daerah masing-masing.

Namun ada juga yang khas seperti Presean di Lombok atau Karachi di Sumbawa. Ada juga Ntumbu Tuta di Bima, Berempuk di Sumbawa dan Belanjakan di Lombok. Ketiganya merupakan olah raga atau permainan tradisional beradu kepala dan kaki.

Permainan tradisional ini mulai tak tampak dalam keseharian anak generasi kita. Hal ini disebabkan munculnya permainan (game) berbasis online, seperti Street Fighter, Mobile Legends, Kelereng Marbel dengan tampilan gambar dan aplikasi serta animasi menarik menjadikan game online menjadi pilihan yang lambat laun akan menggerud kearifan lokal dari budaya Indonesia.

Karena itu diperlukan strategi dan langkah nyata untuk mempertahankan permainan tradisional tersebut dengan menyesuaikan perkembangan tehnologi melalui Kompetisi Pengembang Permainan Tradisional atau Traditional Game Developer Competition, disingkat TRAGADE Competition.

*** Fairuz Abadi SH adalah Kepala Bidang Budaya Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi NTB

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done