Urgensi FCL: Presiden dan Pemda Mari Cerdaskan Anak Bangsa - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 27 Februari 2020

Urgensi FCL: Presiden dan Pemda Mari Cerdaskan Anak Bangsa


Oleh: Amiruddin dan Salahuudin Al-Ayyubi
(Peserta Rakornas Perwakilan PBI NTB dan Pegiat Literasi)

Literasi merupakan instrumen untuk mencerdaskan anak-anak dengan berbagai metode dan strategi oleh pegiat literasi tanpa ada embel-embelnya. Fenomena literasi di pelosok bumi nusantara semakin hangat dibicarakan. Di sekolah, di warung kopi, di jalanan, di kapal atau perahu, di gunung-gunung pedesaan, bahkan sampai di luar negeri pun bicara literasi.

Begitu pentingnya literasi untuk anak-anak negeri, sampai harus diperbincangkan dan bahkan dilaksanakan oleh para pegiat literasi tanpa harus menerima imbalan dari siapapun kecuali mengharapkan ridho Allah SWT.

Semangat para pejuang literasi terus dibakar oleh motivator hebat, Nirwan Ahmad Arsuka, yang sekaligus  merupakan pendiri dan Presiden Pustaka Bergerak Indonesia (PBI). Walaupun di tengah perjalanan, literasi mendapat berita yang sangat buruk dan mengecewakan bahwa pengiriman buku gratis harus diberhentikan oleh pemerintah tanpa melihat kebermanfaatan Free Cargo Literacy (FCL) untuk anak-anak negeri dan para pegiat literasi.


Kehadiran kami --Amiruddin dan Salahuddin Al-Ayyubi selaku perwakilan PBI NTB-- di acara Rakornas Perpusnas yang dihelat selama tiga hari sejak 24 hingga 27 Februari 2020 di Hotel Bidakara Jakarta, demi memperjuangkan aspirasi kami dari pegiat literasi di seluruh pelosok bumi nusantara. Dan, salah satunya, FCL harus dijalankan kembali oleh pemerintah sebagaimana mestinya. Karna dengan adanya FCL, pegiat literasi Indonesia dapat memperoleh buku-buku gratis dan berkualitas.

Rekomendasi tentang FCL ini sebuah keniscayaan dan benar-benar kami harapkan kepada Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Karena, sejatinya, pemerintah harus segera membuka kembali FCL untuk anak-anak negeri di seluruh pelosok bumi nusantara. Jika Presiden Jokowi cinta pada literasi, maka jalankan kembali FCL sebagaimana mestinya tanpa syarat.


Di sisi lain juga, kami berharap seluruh pemimpin di Daerah, khususnya gubernur NTB, dan pemerintah Kabupaten/Kota benar-benar memberi perhatian besar terhadap pembangunan literasi sebagai bentuk pengawalan nyata terhadap amanat "mencerdaskan bangsa" yang tertuang dalam Preambule (Pembukaan) UUD 1945.
Sekali lagi, kami sangat berharap agar pemerintah serius dan menunjukkan gerakan nyata dalam mengeluarkan surat himbauan dan penegas membantu dan menfasilitasi gerakan literasi yang ada didaerah masing-masing.

Gerakan literasi ini, khususnya kami sebagai perwakilan PBI NTB, tentunya, kami awali dengan niat nan tulus hendak semaksimal mungkin membantu pemerintah dalam mencerdaskan generasi yang cerdas, beradab dan berkarakter. Dan, di Kabupaten Bima, kami sudah memulainya beberapa tahun belakangan. Ribuan anak-anak di pelosok  desa sudah mulai kami sentuh dan sudah menunjukkan perkembangannya yang signifikan.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?! Kalau bukan kita, siapa lagi?!

Hidup Literasi Indonesia !!!. Wallohu a'lam bis showab.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done