Di Antara Corona dan Rasa Kemanusiaan Kita, NTB Pasti Bisa - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 31 Maret 2020

Di Antara Corona dan Rasa Kemanusiaan Kita, NTB Pasti Bisa


Oleh: Dr.H. Zulkieflimansyah
(Gubernur NTB)

Alhamdulillah. Proses penanganan wabah Corona Virus di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berjalan sangat baik. Pun, koordinasi dengan Pemerintah Pusat, pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, juga berjalan dengan sangat baik dan lancar.

Apabila masih ada kekurangan di beberapa hal, masih dalam batas yg wajar. Ada learning by doing yang terus coba untuk diperbaiki dan dimaksimalkan.

Pembatasan serta kontrol yang ketat sudah dilakukan di semua bandara dan pelabuhan yang ada di NTB. Sehingga penyebaran corona, Alhamdulillah, bisa terus tekan dan kita minimalisasi.

Tentang adanya saran-saran untuk lockdown dan menutup semua pintu keluar-masuk seperti bandara dan pelabuhan tetap menjadi perhatian pemerintah provinsi (Pemprov). Berbagai hal terkait aspirasi masyarakat tetap kami dengar sambil terus berhitung.

Tentu saja, ini bukan keputusan mudah. Menutup bandara dan pelabuhan bukan perkara yang sederhana dan semudah membalik telapak tangan. Oleh karna itu, Pemprov tetap membangun komunikasi dan meminta pertimbangan pusat, di samping tetap juga mempertimbangkan kondisi objektif di lapangan sebagai sebuah kenicayaan.

Dari aspirasi masyarakat yang pemprov terima, realitasnya, bahwa yang meminta kami agar tidak menutup bandara dan pelabuhan jauh lebih banyak. Terutama sekali, para orang tua yang anak-anaknya sedang sekolah dan nyantri di Jawa. Jumlahnya tidak sedikit. Ribuan orang.

Saat ini, kita pun sama-sama ketahui, tempat sekolah anak-anak NTB di Jawa sudah diliburkan dan mereka diminta balik ke daerahnya masing-masing.

Hal inj menjadi pertanyaan besar atas dasar rasa kemanusiaan dan tanggung jawab kepemimpinan terhadap warga kita yang justru terasa naif jika tidak diterima kembali di rumah sendiri.

Apakah tidak terbayang di pikiran dan hati kita, bagaimana perasaan para orang tua yang anak-anaknya sudah tidak ada tempat di pondok/sekolahnya, sementara kemudian serta-merta ditolak masuk ke kampung halamannya sendiri, jika saja pelabuhan dan bandara benar-benar di tutup?!

Jika merunut pada contoh di Bali, sangat mungkin hal ini dipicu oleh desakan netizen dan lain-lain, lantas pemerintah Bali akhirnya Menutup diri. Masalahnya, di saat Bali menutup diri, senyatanya yang kena dampaknya, salah satunya, ya, kita juga masyarakat NTB. Ribuan santri asal Lombok Tengah (Loteng) adalah contoh konkritnya. Mereka yang ingin kembali lewat darat kini menemukan jalan buntu karna tidak bisa pulang lewat darat.

Kita pun sama-sama tahu, transportasi udara relatif mahal. Jadi, pemprov harus berkerja sama dengan Pemerintah Bali lagi, dengan Kementerian Perhubungan dan lainnnya, agar anak-anak kita bisa selamat sampai kampung halamannya sendiri melalui Bali yang, tentunya, dengan izin khusus.

Begitu juga masalah yang dihadapi oleh ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB. Saat ini, ereka sudah diminta pulang oleh negara-negara tempat mereka  bekerja dan harus kembali ke daerahnya, pada kita, di sini.

Apa mereka mau kita tolak juga? Mau diterima ada resiko menjadi carrier (pembawa virus), mau ditolak, ya, mereka pun warga kita sendiri. Benar-benar between rock and hard place alias suatu kondisi di antara dua pilihan yang sama sulitnya.

Akhirnya, tampaknya kita memang harus berdamai dengan virus Corona ini. Bandara dan pelabuhan kita masih terbuka untuk logistik, komoditas, alat-alat kesehatan dan juga mereka-mereka yang, mau tak mau, harus pulang ke kampung halaman sendiri.

Tentu saja, dalam hal ini, ada aturan yang sangat ketat diberlakukan Pemprov NTB bagi warga yang hendak pulang dan tiba di NTB dengan selamat hingga ke kampung masing-masing. Alhamdulillah, para Bupati dan Walikota kita pun memberi respon luar biasa positif dalam upaya mendampingi/mengawal secara sistematik dan detil sesuai protokol pemeriksaan di setiap pintu masuk.

Dengan demikian, Pemprov NTB mengajak semua elemen masyarakat untuk secara penuh kesadaran mengikuti protokol dan prosedur yang ada di lapangan, yang sudah pemerintah setempat siapkan, baik dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Lebih dari itu, sekarang ini, kita minta gugus tugas melawan Covid-19 sampai ke desa-desa dan dusun-dusun yang ada di NTB.

Sekali lagi, mari kita secara bersama-sama ikuti semua aturan mainnya, Insya Allah, NTB kita akan aman dan baik-baik saja.

Stay safe, jaga jarak, hindari kerumunan,  jaga kesehatan dan kebugaran, juga cuci tangan. Dan, jangan lupa gunakan alat perlengkapan diri (APD) dari produk-produk lokal NTB, seperti masker, hand sanitizer, dan lain-lain.

Dan, tentu saja, you should be able to cherish every moment. Selalu ada cara untuk selalu ceria dan tersenyum, menikmati hidup dalam situasi apapun. Amin

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done