Gubernur NTB akan Terapkan Masjid sebagai Titik Pusat Lawan Corona - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Minggu, 29 Maret 2020

Gubernur NTB akan Terapkan Masjid sebagai Titik Pusat Lawan Corona


SINERGINTB.COM, NUSA TENGGARA BARAT - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui akun Facebook (FB) pribadinya menyampaikan urgensi menjadikan masjid sebagai titik sentral dalam menghadapi pandemi Covid-19 alias virus Corona.

"Ini saya forward tulisan bagus, yang bisa kita terapkan langsung. Menjadikan masjid sebagai titik sentral kita dalam menghadapi virus corona ini," tulis Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini, Ahad (29/03/20), pukul 14.38 WITA siang, kemarin.

Pernyataan Bang Zul ini menimpali tulisan seorang Tokoh Agama, Ustadz Fadlan Garamatan, yang dikenal dengan gelar "Ustadz Sabun" asal tanah Papua.

Perlu diketahui, Provinsi NTB yang juga memiliki sebutan Pulau Seribu Masjid ini, memang dikenal dengan ribuan masjidnya, terutama di Pulau Lombok.

"Kita ini provinsi yang banyak sekali masjidnya. Ayo mulai digunakan dan di fungsikan sebagai gugus tugas terdepan pengendalian corona. Ayo kita mulai dari masjid-masjid di desa-desa kita", ajak orang nomor satu NTB ini.

Tak hanya bagi yang beragama Islam, Bang Zul juga menghimbau warga non muslim yang mendiami daerah ini untuk menjadikan tempat ibadah masing-masing sebagai pusat perlawanan terhadap virus berbentuk mahkota tersebut.

"Bagi sahabat-sahabat non muslim, semangatnya sama. Ayo manfaatkan Pura, Gereja, Wihara atau tempat ibadahnya masing-masing", imbuhnya.

Untuk menindaklanjuti ajakan ini, Gubernur merespon komentar akun FB bernama Kanan Atas, yang menyarankan perlunya Gubernur memanggil para tokoh agama, MUI dan lainnya untuk membahas persoalan ini dalam satu meja.

"Sedang di lakukan juga bang secara pararel. Sekarang dengan medsos kita bisa menjangkau lebih cepat tanpa sekat," jawab Bang Zul singkat.

Adapun tulisan Ustadz Sabun yang dimaksud Bang Zul adalah seperti tertera dalam tulisan berjudul "Saatnya Masjid Ambil Peran", di bawah ini.

Saatnya Masjid Ambil Peran
Dalam situasi yang akan sangat cukup berat ini, solusi sebenarnya ada di bagaimana kita mengatur sumber daya. Manusia dan aset.

Negeri ini punya 1 juta titik masjid yang tersebar di seluruh wilayah negeri.

Jika 30% dari total masjid tersebut adalah tergolong masjid sehat kepengurusannya, berarti ada 300 ribu titik koordinasi warga.

Dari sejak hari ini, Masjid harus ambil peran sebagai kepemimpinan arus bawah. Artinya, melayani masyarakat, memastikan kelangsungan hidup, memastikan kelangsungan pasokan pangan dari jamaah.

Langkah konkrit masjid bisa ambil peran:

Pertama, segera bentuk tim Satgas Penanganan Covid di setiap masjid. Bikin kepanitiaan kecil. Yang melibatkan orang-orang yang mau kerja dan melayani ummat.
Kedua, setelah terbentuk tim, tim satgas langsung mendata jamaah sekitar masjid, bahkan muslim dan non muslim, untuk kemudian didata secara lengkap. Nama, jumlah anak, jumlah lanjut usia (lansia), sumber penghasilan dari mana.

Ini untuk antisipasi lockdown. Jadi kita bisa ngerti dan faham mana jamaah yang bisa survive atau gak bisa survive.

Di Korea Selatan sudah banyak yang mati dalam senyap. Mati di apartemen sendirian. Makanya, data ini penting bagi jamaah yang ingin diperhatikan dan diurusi masjid. Bagi yang mau, silakan data dirinya ke masjid.

Jangan sampai ada jamaah yang tidak bisa makan, atau mati sendirian, lalu masjid gak tahu.

Ketiga, secara perlahan bangun pusat logistik bantuan sederhana di masjid. Yang nimbun sembako jangan pribadi dan personal, tetapi masjid.

Masjid harus bersiap jadi titik supply ketahanan pangan bagi jamaah yang sudah mendatakan dirinya ke masjid. Intinya, siapa yang mau diurusi oleh masjid, dirinya didata. Data ini jadi pegangan masjid untuk prioritas distribusi.

Keempat, tim satgas lakukan edukasi ttg covid ke jamaah. Karena gak semua jamaah warga lokal teredukasi baik dengan sosmed.

Edukasi bahwa sehat saja bisa jadi carrier, gejala bisa saja ringan, tapi jangan sampai menulari ke orang banyak terutama elder. Orang manula.
Edukasi tentang fiqih penanganan wabah. Jadi ummat bisa faham dan legowo atas beberapa keputusan. Misalnya, MUI bahkan sudah melarang shalat jumat di beberapa area pendemi.

Edukasi tentang bagaimana warga yang kemudian muncul symptoms gejala. Kalo takut lapor negara, minimal suruh lapor ke tim satgas masjid, biar kemudian masjid mediasi ke petugas kesehatan.

Ummat segini banyak tidak bisa dikelola satu posko skala Kota/Kabupaten. Pengelolaannya harus diserahkan ke cluster kecil pembinaan.

Kelima, masjid mendorong aliran aset muhsinin donatur yang berniat menanggulangi beberapa masalah kedepan.

Siapkan wakaf manfaat kendaraan yang bisa digunakan oleh ummat sebagai ambulan darurat. Satu masjid, satu kendaraan medis. Mobil APV biasa bisa diubah jadi mobil ambulan. Asal niat.

Mulai juga bangun saling peduli. Yang berlebihan harta mulai bangun sistem suplai sembako pekanan ke dhuafa sekitaran masjid. Mulai dari sekarang. Agar saat memang masalah besarnya datang, infrastruktur masjid sudah siap.

Bahkan, kalo mau lebih jauh lagi, siapkan satu rumah wakaf manfaat sebagai fasilitas isolasi klinis. Karena negeri ini tidak bisa bangun rumah sakit 100 ribu kamar dalam sepekan.

Kita siapkan saja. Satu masjid. Satu rumah klinis isolasi. Kemenkes dan rumah sakit terdekat bisa koordinasi dengan satgas masjid.

Jangan sampai seperti Italia, kehabisan bed, akhirnya baru sekarang mau ubah hotel jadi rumah sakit. Telat.

Keenam, pemerintah bersama Dewan Masjid Indonesia, alangkah baiknya segera koordinasi termasuk melibatkan MUI. Karena harapan penanggulangan bencana seperti Italia hanya bisa dilangsungkan jika negeri ini membagi penduduk menjadi cluster se-area masjid.

Ketujuh, ide dan gagasan sederhana ini alangkah baiknya di-copypaste ke grup-grup WA (Whatsapp) masjid di masing-masing masjid. Untuk kemudian perlahan dibicarakan, mumpung lagi work for home. Ada waktu banyak diskusi via WA grup. Bahkan voice notes. Untuk membangun.

Saatnya aktivis masjid membuktikan kepemimpinannya. Apa itu kepemimpinan dalam Islam? "Khodimul Ummah"

Bismillah. Saatnya ambil peran. Saatnya Masjid hadir menjadi pengayom masyarakat.
Semoga Allah azza wa jalla menolong kita semua. Dan menjadikan amaliyah saling tolong menolong ini menjadi asbab hadirnya pertolongan.

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi walaa fis samaa'wahuwas sami'ul aliim. Aamiin

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done