Ibu ini Datang Undurkan Diri di Dinsos, Bukti Sukses PKH Kota Mataram - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 05 Maret 2020

Ibu ini Datang Undurkan Diri di Dinsos, Bukti Sukses PKH Kota Mataram


SINERGINTB.COM, MATARAM - Tak disangka, Ibu Hulmayani membuat heboh ruang Sekretariat Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI, di Dinas Sosial Kota Mataram. Pasalnya, kedatanganya tiba-tiba minta mundur dari Kepesertaan PKH.

Sekitar pukul 11.00 wita, kamis (5/3) Hulmayani datang seorang diri. Ia mengendarai motor dari rumahnya di Karang Kuluh Kelurahan Sayang-Sayang Kecamatan Cakranegara menuju Kantor Dinsos Kota Mataram.

Meski jarak sekitar lima kilo dari rumahnya, ibu yang mengenakan jilbab hitam itu serius memantapkan jiwa mendatangi dinas Sosial Kota Mataram, meminta mundur dari PKH.

Apa gerangan, yang mengetuk pintu hatinya? Usai perbincangan dengan Pendamping Sosial di sekretariat PKH. Hulmayani telah memantapkan jiwanya untuk mengundurkan diri dari PKH.
Ia saat itu langsung merogoh Kartu KKS dan buku tabungan yang merupakan media pencairan bantuan non tunai itu di tas kecil yang dikenakannya. Ditunjukannya kepada Pendamping, bahwa ia sadar saat ini ada peningkatan ekonomi dan siap menjadi salah satu peserta yang mengundurkan diri di PKH.

Seraya tersenyum, Hulmayani tegar dan tulus saat menjawab pertanyaan pendamping alasan  ekonomi. Karena sekarang pendapatan keluarga telah meningkat. Kami sekeluarga siap mengundurkan diri," jawabnya teguh.

Diketahui, suami Hulmayani adalah seorang sales lampu. Tiap tahun ada peningkatan pendam pengunduran dirinya. 

"Saat ini suami saya sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga, pekerjaannya sangat membantu keluarga. Kami rasa, bantuan PKH selama ini sudah cukup dirasakan untuk memberikan keseimbangan pendapatan, angkanya cukup membanggakan dari angka Rp 1,4 juta perbulan pada 4 tahun terakhir. Kini,penghasilannya sudah merangkak naik dan membahagiakan keluarga.

"Alhamdulillah, pendapatan sudah dirasa tercukupi dan bisa berdikari" kisahnya dengan penuh semangat.

Dengan pendapatan ini, lanjut Hulmayani, suaminya bisa menafkahi dirinya dan dua anaknya. Anak pertama adalah seorang gadis bernama Ghaisyani Ayudin. Kini duduk di kelas II Sekolah Dasar di SDN 27 Cakranegara. Sedangkan anak kedua adalah seorang putra yang masih berusia 4 tahun.

Ia menyampaikan. Terimakasih kepada SDM PKH dan Pemerintah setempat. Pasalnya dirasa telah memotivasi dalam setiap perjalanan hidup rumah tangga. Bahkan "asupan" informasi pengelolaan keuangan/ ekonomi di pertemuan kelompok atau istilah FDS, dirasa sangat membantu menyadarkan dirinya untuk merubah pola fikir, hingga enggan lagi menunggu bantuan Pemerintah. Ia harus bangkit dan mandiri, dan memberikan kesempatan pada yang belum beruntung.

"Alhamdulillah, Terimakasih PKH. Selama ini cukup membantu. Saya cukupkan sampai disini," tuturnya.

Kesadaran Meningkat, PKH Alternatif Penanggulangan Kemiskinan

Sementara itu, dari sederet kisah undur diri secara massif ini, pertanda kinerja Pelaksana PKH memiliki Progress yang cukup sinigfikan. Hal itu, ditandai meningkatnya kesadaran penerima manfaat untuk sadar, bahwa bantuan PKH hanya untuk warga yang kurang beruntung secara ekonomi dan memiliki kriteria komponen dalam anggota keluarga.

Kesadaran meningkat, jika dilihat pada dua bulan terakhir, pada bulan januari dan februari 2020, ada 22 warga yang sudah tercatat mengundurkan diri. Lantas hari ini kamis 5 maret 2020, ada 16 warga Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan mengundurkan diri. Total sementara 36 warga. Beragam kesuksesan warga, ada yang jual sate, depot isi ulang, penjual barang dan lainnya. Mereka merangkak sejahtera berdikari sejahtera mandiri.


"Mudah mudahan target interval 150 graduasi tahun 2020 dapat trcapai," Ungkap
Kepala bidang Penanganan Kemiskinan Perlindungan dan Jaminan Sosial, Leni Oktavia,A.KS.,MH

Graduasi sejahtera mandiri ini, adalah bahagian dari target Program, agar masyarakat penerima manfaat memahami betul, bahwa bantuan PKH tidak diwariskan atau permanen. Jika dalam jangka waktu tertentu dan kondisi ekonomi membaik, maka warga harus responsif untuk secara sukarela mengundurkan diri. Bahkan jika tidak, Pendamping  akan mengeluarkannya sesuai prosedur.

"Kami sedang mengumpulkan bahan dan data, untuk identifikasi warga yang sudah meningkat ekonominya untuk diadvokasi dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku," jelas Leni Oktavia.

Seperti saat ini, sambung Leni, Kepala Kelurahan, Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat mendukung langkah undur diri masal ini. Agar penerima manfaat PKH benar benar adalah orang yang layak.

"Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung Dinas sosial. Dan, penghargaan yang luar biasa pada warga yang mengundurkan diri " pujinya

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done