Johan Ajak Pemerintah Lakukan Pengembangan Bawang Putih Nasional - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Sabtu, 07 Maret 2020

Johan Ajak Pemerintah Lakukan Pengembangan Bawang Putih Nasional

Johan Rosihan bersama anggota Komisi IV saat meninjau lokasi bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan pada beberapa waktu yang lalu, yakni awal Maret 2020 telah melakukan kunjungan reses bersama Komisi IV DPR RI di Kawasan sentra bawang putih di Sembalun Lombok dan di Temanggung Jawa Tengah untuk menyaksikan secara langsung kondisi budidaya bawang putih yang dilakukan oleh petani di daerah.

Dari kunjungan tersebut terlihat jelas tingginya antusiasme dan semangat para petani untuk mengembalikan kejayaan bawang putih nasional seperti era tahun 80-an, namun pada saat yang bersamaan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor bawang putih sebanyak 34,8 ribu ton.

Anggota DPR RI asal Pulau Sumbawa ini merasakan kebijakan impor ini sebagai kebijakan “ugal-ugalan” karena telah menciderai apa yang pernah diingatkan oleh Bung Karno bahwa ‘’jangan serahkan selera lidahmu kepada bangsa asing’’, dan yang pasti kebijakan impor yang terus-menerus ini akan melemahkan kegairahan petani lokal dalam proses budidaya bawang putih.

Berdasarkan data BPS Sejak Bulan April sampai Desember 2019 lalu, pemerintah telah melakukan realisasi impor bawang putih sebanyak 465.344 ton dan produksi bawang putih nasional hanya sebesar 73.331 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan bawang putih per tahun adalah 540.491 ton, makanya kebijakan impor saat ini sebanyak 34,8 ribu ton bawang putih pada awal tahun 2020 ini adalah sebagai kebijakan ‘’├║gal-ugalan’’ yang tidak berpihak pada kepentingan nasional, ujar Johan.

Anggota DPR RI dapil NTB 1 ini berpendapat bahwa untuk mengatasi persoalan bawang putih, saatnya pemerintah harus mengurangi impor dan segera melakukan pengembangan bawang putih nasional secara terpadu. Johan mencontohkan pada tahun 2016 luas panen dari bawang putih sebesar 2.407 Ha dan pada tahun 2017 menurun menjadi 2.146 Ha dan ternyata bisa ditingkatkan lagi pada tahun 2019 menjadi 11.010 Ha luas panen, artinya ke depan jika pemerintah lebih serius dan kerja keras untuk meningkatkan angka produktivitas dari komoditi bawang putih maka akan mampu mengurangi impor dan bisa memenuhi kebutuhan domestik.

Johan mendorong agar pemerintah meningkatkan anggaran untuk pengembangan budidaya bawang putih nasional, diantaranya misalnya dengan penggunaan benih bersertifikat, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta mulsa plastic. Disisi lain juga perlu dilakukan perluasan Kawasan bawang putih sesuai dengan potensi geografis daerah sebagai sentra budidaya bawang putih nasional.
Johan selaku wakil rakyat mengkritik keras rendahnya produktivitas bawang putih yang terus menurun setiap tahun. Baginya ini adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam membina petani dan kurang serius mengembangkan Kawasan bawang putih nasional. Johan memaparkan bahwa angka produktivitas bawang putih pada tahun 2017 adalah 9,09 Ton/Ha dan terus turun menjadi 7,84 Ton/Ha pada tahun 2018, serta pada tahun 2019 lalu turun lagi produktivitas bawang putih menjadi 7,40 Ton/Ha.

Politisi asal Pulau Sumbawa ini juga menyesalkan kebijakan pemerintah bahwa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih setiap tahun semakin membesar, pada 2017, RIPH yang diterbitkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk importir bawang putih sebesar 980.000 ton, kemudian pada 2018 RIPH yang diterbitkan untuk bawang putih sebesar 1 juta ton, dan pada 2019 sebesar 1,1 juta ton.

Hal tersebut tak sebanding dengan kebutuhan nasional yang per tahunnya hanya rata-rata 500.000 ton bawang putih. “Semoga kedepan pemerintah lebih berpihak kepada petani dan kepentingan nasional dalam kebijakan tentang bawang putih ini” tutup Johan (Ong).

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done