Percepatan Program Superprioritas Presiden Jokowi di NTB, Bank Sampah Tuai Berkah - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 13 Maret 2020

Percepatan Program Superprioritas Presiden Jokowi di NTB, Bank Sampah Tuai Berkah


SINERGINTB.COM, LOMBOK TENGAH - Staf Ahli dan Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko MI), Reni Romaulina dan Edi Susilo, didampingi Dirut Bank Sampah Bintang Sejahtera (BSBS) NTB, Syawaluddin, dan Staf Khusus Gubernur NTB, Astar Hadi, mengunjungi sejumlah Bank Sampah di Lombok Tengah, pada Jum'at (13/03/20).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut (follow up) dari kedatangan Menko MI, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), ke Kantor Produksi BSBS NTB seminggu sebelumnya.

Seperti diberitakan Sinergi NTB sebelumnya, Jum'at (06/03/20), setelah terjun langsung melihat kondisi di BSBS dan mendengar pemaparan para pengurus terkait seluk-beluk maupun perkembangan bank sampah di NTB, Menteri Luhut memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap kinerja BSBS NTB dan semua jaringan Asosiasi Bank Sampah yang ada di NTB saat ini. Bentuk komitmen dan keseriusannya, pria bermarga Panjaitan ini, hendak membantu pengembangan bank sampah di NTB ke depan.

Menindaklanjuti instruksi Menko, Reni dan Edi, melakukan kunjungan awal ke empat bank sampah binaan BSBS di Kabupaten Loteng, di antaranya: BS Berkah Berjamaah Desa Prai Meke, BS Beriuk Sejahtera Desa Bunut Baok, BS Geo Samalas Recycle Desa Tanak Beak dan BS Karya Sejahtera Desa Sepakek.

Kedua staf ahli ini mengidentifikasi berbagai kebutuhan teknologi yang diperlukan untuk membantu meningkatkan kinerja bank sampah, baik dalam hal distribusi dan pengelolaan daur ulang sampah.


Menurut Reni, Bank Sampah, khususnya di Loteng, harus menjadi penopang utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Karna diakuinya, seperti arahan langsung Presiden RI, Ir. H. Jokowidodo, kepada menteri Luhut, bahwa NTB --dalam hal ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan MotoGP Lombok di Loteng-- telah menjadi salah satu dari empat program pembangunan nasional superprioritas yang harus mendapat perhatian lebih, terutama sekali, untuk menjaga keasrian dan kecantikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia saat ini.

"Sebagai program nasional superprioritas itu, mau mendukung agenda pariwisata itu kalau lingkungannya kotor dan tidak tidak terjaga dengan baik, bagaimana bisa berkembang pak. Jadinya, pak Menko melihat ini, bank sampah menjadi salah satu solusi untuk pelestarian lingkungan juga mendukung pariwisatanya. Karna itu, arahannya ke kami melalui deputi bidang lingkungan agar bank sampah-bank sampah ini bisa dibantu apa saja kebutuhan-kebutuhannya. Kami ke sini, ya, memang untuk mengidentifikasi semua-semua yang dibutuhkan terutama teknologinya," papar staf ahli Menteri Luhut kepada Sinergi NTB saat dijamu dengan kelapa muda dan beraneka kuliner khas Lombok di kediaman Ketua Karang Taruna Desa Sepakek yang bernama sama dengan Dirut BSBS NTB, Syawaluddin.


Dari identifikasi lapangan ini, dirinya merasa kagum dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh bank sampah di NTB sejauh ini. Baginya, apa yang telah dilakukan sudah berjalan sangat baik, meski tentu masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama sekali, untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui pemenuhan teknologi persampahan yang baik.

Karna itu pula, kedua utusan Menko Luhut ini akan sangat mendorong dan merekomendasikan ke pusat agar bantuan-bantuan itu nantinya bisa benar-benar terealisasi sebagai bentuk komitmen Menko dalam menjalankan arahan presiden Jokowi.

Staf Ahli Menteri Luhut Kagumi Bank Sampah NTB

Di saat yang sama, Deputi Edi Susilo mengamini apa yang disampaikan perempuan lajang tersebut. Edi menambahkan, bahwa Menko Luhut benar-benar serius dengan program bantuan tersebut. Apalagi jika menilik pada potensi wisata dan prospek pembangunan NTB ke depan, serta melihat kinerja BSBS NTB yang signifikan, tentu saja, imbuhnya, para pihak di pusat tak akan tinggal diam.


"Kami, saya dan Reni, insya Allah akan menyampaikan hasil identifikasi kami ini. Kami juga akan berkoordinasi menyampaikan ini dengan kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan, red) juga dengan kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat, red). Pemda setempat, pihak provinsi juga akan kami koordinasikan, agar berjalan sinkron. Saling mendukung satu sama lain," imbuh, Deputi Menko Luhut kelahiran Dompu NTB ini.

Edi menyatakan kekagumannya atas kerja keras bank sampah-bank sampah yang ada di NTB. Bersama Reni dirinya berharap NTB bisa menjadi pilot project Bank Sampah yang akan menjadi role model pengelolaan sampah bagi daerah lain di Indonesia.

"Cerita dari pak Syawal bukan hanya cerita belaka yang sering kami temukan. Namun, ini benar adanya dan punya bnyak dampak positif ke lingkungan dan perekonomian dengan konsep bank sampah yang dilakukan selama ini," kesannya.

Sementara itu kunjungan yang diawali di BS Berkah Berjamaah dan berujung di BS Karya Sejahtera ini, menyuguhkan aneka kreasi berbahan dasar sampah plastik, seperti kreasi bunga plastik dan paving block.

Poin penting dari kunjungan ini, menurut kedua orang kepercayaan Menteri Luhut ini, juga bertujuan mendorong dan bekerjasama dengan pemprov NTB dan para pihak dalam rangka percepatan pelaksanaan program superprioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan menuntuskan visi "NTB Nol Sampah" (NTB Zero Waste) yang menjadi salah satu prioritas program Pemprov NTB di bawah komando/pimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done