Terobosan Gemilang Anak NTB: Terima Kasih Bang Zul - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Rabu, 11 Maret 2020

Terobosan Gemilang Anak NTB: Terima Kasih Bang Zul



Oleh: Rusdianto Samawa
(Pendiri Teluk Saleh Institut)
_________________


Judul tulisan ini diambil dari komentar netizein yang apresiasi terhadap kinerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, dan sumbangan Kepala Sekolah SMKN 1 Lingsar beserta para siswanya dalam menciptakan teknologi tinggi motor sampah listrik.

Apa yang dilakukan SMKN 1 Lingsar ini memang luar biasa. Sebuah terobosan gemilang anak-anak NTB yang sanggup menunjukkan pada Indonesia dan dunia bahwa mereka sanggup berkontribusi bagi pembangunan bangsa, khususnya bagi NTB.

Secara khusus penulis menonton live facebook (FB) Humas Pemprov NTB dan postingan facebook Gubernur sendiri. Siaran langsung live FB itu masih pukul 06.22 WITA, di Mataram,  tepat di Pendopo kediaman Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Di waktu pagi, rasanya jelas lebih semangat menyaksikan siaran langsung Humas Pemprov NTB tersebut. Humas peroleh nilai plus, karena kegiatan pamer teknologi Motor Sampah Listrik karya SMKN 1 Lingsar yang dinamakan "Lingsar" ini berlangsung di saat mata dan tubuh masih begitu segar di waktu yang terbilang sangat pagi.

Penulis menyaksikan hingga tuntas live FB tersebut dari Jakarta, tepat menjelang berangkat ke Bandung bersama keluarga menghadiri Sidang Doktoral Menteri KKP Edhy Prabowo di Universitas Padjajaran, Bandung

Mestinya para pengkritik lebih cepat bangun dan lakukan counterring terbuka, apabila kegiatan pamer motor listrik bukan keberhasilan. Karena pamer keberhasilan pembuatan "Motor Sampah Listrik" merupakan terobosan gemilang yang patut diapresiasi. Apalagi tayangnya diwaktu subuh (pagi hari), ketika semua pengkritik mungkin masih banyak yang tidur.

Ini pertanda perubahan besar, sebagaimana visi misi kampanye masa pemilihan gubernur (pilgub) yang lalu sebagai penggerak untuk menyelsaikan persoalan persampahan. Dengan demikian, program zero waste menjadi prioritas untuk diselesaikan dan lebih mudah atas dukungan hadirnya Motor Sampah Listrik.

Tentu ini kegembiraan bagi kita sebagai jawaban atas maraknya opini negatif terhadap beberapa program pemprov NTB. Di tengah pesimisme, tentu kehadiran Motor Sampah Listrik itu membuktikan bahwa pemerintah bekerja dalam menuntaskan program zero waste.

Karena itu, untuk mendukung program Zero Waste, semua SMKN diseluruh NTB bisa memimpin/mrnginisiasi gerakan "Zero Waste, NTB Bebas Sampah." Produksi motor sampah listrik itu harus massal. Supaya seluruh sekolah berperan penting dalam mengendalikan dan pengelolaan sampah di lingkungannya.

Tentu tujuan "Motor Sampah Listrik" untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dengan meminimalisir sampah melalui Program Zero Waste. Apalagi, kehidupan kita, tidak pernah lepas dari sampah yang merupakan sisa kegiatan sehari hari yang berbentuk padat atau semi padat, zat organik atau anorganik, bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai, yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.

Kita membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menyelsaikan problem solving sampah yang seringkali menjadi masalah utama masyarakat. Ke depan, perlu kerja keras antisipasi volume sampah yang terus meningkat tajam.

Hal itu akan bisa terkelola dengan baik, apabila pemerintah segera memberi warning akan bahaya tidak terkelolanya sampah. Karena itu akan selaras dengan Program Zero Waste yang dimulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi sehingga terhindar terjadinya penumpukan sampah yang sia-sia. Konsep Zero Waste Gubernur NTB, ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).

Maka, semua masyarakat dan instansi pemerintah harus terus bekerjasama secara baik dengan pemerintah Provinsi NTB, agar kedepan terbebas dari sampah. Zero Waste diterapkan berdasarkan beberapa pengalaman negara-negara maju yang mendorong perancangan daur ulang sampah, sehingga meminimalisir tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan teknologi termal lainnya.

Pelajaran penting, terproduksinya Motor Sampah Listrik Lingsar itu merupakan ketepatan waktu dan proses pengelolaan sumberdaya sampah. Di masa mendatang, dalam waktu panjang, pemerintah apresiasi atas prestasi kerja mencetak transportasi pengangkutan sampah. Sekaligus memproduksi massal hasil karya anak-anak SMKN 1 Lingsar itu.

Bagi pemerintah Provinsi NTB bahwa misi bebas sampah harus menjadi tujuan etis, ekonomis, efisien dan visioner, untuk memandu masyarakat secara berkelanjutan dalam pencegahan sampah. Bebas sampah berarti merancang dan mengelola sampah secara sistematis dan memulihkan lingkungan.

Upaya memproduksi "Motor Sampah Listrik" perlu keterlibatan masyarakat berpartisipasi secara intensif sehingga memiliki daya dukung terhadap industri dan pemerintah. Tentu, atas terciptanya inovasi transportasi pengelolaan sampah bermanfaat secara cepat dalam proses menuntaskan NTB Nol Sampah ke depan.

Pemerintah Provinsi NTB sudah mempraktekkan dan kampanyekan secara baik. Dengan demikian, pemerintah jauh hari berupaya antisipasi bencana ledakan gunung sampah. Belajar dari pengalaman ledakan gunung sampah yang banyak memakan korban jiwa.

Pemerintah juga sudah menyusun roadmap penataan sistem pengelolaan sampah yang tidak layak. Karena masyarakat terus bertambah dan beragam aktivitasnya yang menghasilkan sampah hingga melebihi kemampuan alam untuk menyerapnya.

Terakhir, pemerintah sudah mengemas kebijakan pada level keberpihakan pada lingkungan dan merumuskan solusi pengelolaan sampah sehingga NTB terbebas dari tekanan sampah. Apalagi di dukung oleh terciptanya teknologi pengelolaan dan tranportasi pengangkutan sampah: "Motor Sampah Listrik." Itu terobosan inovasi masa depan NTB gemilang dan terima kasih Bang Zul atas ide gagasannya dalam menyelsaikan problem sampah.[]

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done