Uji Coba Motor Listrik Berteknologi Tinggi Buatan SMK 1 Lingsar, Gubernur Bangga Karya Hebat Anak NTB - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 10 Maret 2020

Uji Coba Motor Listrik Berteknologi Tinggi Buatan SMK 1 Lingsar, Gubernur Bangga Karya Hebat Anak NTB


SINERGINTB.COM, MATARAM - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, merasa bangga dengan generasi muda NTB yang membuktikan dirinya dengan karya-karya hebat. Hal ini disampaikannya di saat melakukan uji coba sebuah motor listrik karya siswa SMKN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, di halaman Pendopo Gubernur, selasa (10/03/20) pagi.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengatakan, terciptanya motor listrik ini membuktikan bahwa anak-anak NTB itu bisa menciptakan sebuah karya berteknologi tinggi. Apalagi motor listrik ini katanya memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

"Motor listrik ini sejalan dengan program Industrialisasi yang digagas Pemerintah Provinsi, yang menitikberatkan pada proses penambahan nilai dari sebuah produk yang dihasilkan," sebut Bang zul.

Ucapan terima kasih mendalam Gubernur kepada seluruh jajaran SMKN 1 Lingsar atas terobosan-terobosan kontributifnya bagi pembangunan NTB.


"Karya ini sungguh luar biasa. Motor sampah Listrik karya SMK 1 Lingsar ini kami beri nama : Lingsar!" tukas orang nomer satu NTB ini bersemangat.

Seraya setengah bertanya, Bang Zul menjelaskan, apakah SMK 1 Lingsar lantas akan memproduksi Motor Listrik ini? Secara tegas dijawabnya tidak. Dirinya menghendaki SMK dan sekolah-sekolah lainnya hanya memproduksi prototype atau contohnyanya saja.

Langkah selanjutnya, imbuhnya, SMK 1 Lingsar akan memanggil UKM-UKM di bidang permesinan dan otomotif, kemudian mengajarkan dan mendiskusikan prototipe ini ke UKM terkait yang disertai transfer teknologi.

Motor-motor sampah listrik ini nantinya akan dipesan dan dirakit oleh UKM-UKM tersebut dengan supervisi SMK 1 Lingsar dan SMK lainnya.

"Kalau ada murid-murid SMK 1 Lingsar yang tertarik buat, ya, segera di bantu buatkan entitas usahanya. Tugas kami Pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing," paparnya.


Sementara menurut Koordinator Pengembangan Teknologi Tepat Guna, SMKN 1 Lingsar, Irwan Ardy Tiadaya, menjelaskan kendaraan yang dibuat selama 10 hari tersebut memiliki spesifikasi dengan panjang 2,40 m dan ebar 1 m, sehingga bisa masuk ke gang-gang kecil. Mesinnya memiliki kekuatan 3,5 KW atau 3.500 Watt yang dilengkapi baterai 80 AH sebanyak 8 buah.

“Diprediksi kemampuan tempuhnya mencapai 70 sampai 80 km. chargingnya sekali, dalam kondisi kosong, bisa 8 jam. Chargingnya bisa dari berbagai sumber, bisa dari tenaga matahari dan bisa tenaga listrik PLN,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, awal mula gagasan motor listrik tersebut. Isu polusi dan pemanasan global menjadi latar belakang utama terciptanya motor ramah lingkungan. Kehadiran motor ini menjadi solusi terhadap masalah-masalah tersebut.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done