Jangan Abai, Bersama Kita Bisa Lawan Corona - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 07 April 2020

Jangan Abai, Bersama Kita Bisa Lawan Corona


Oleh: Prayit Hariyanto, SH.
(Kanit 2 Cyber Crime, Krimsus Polda NTB)

Banyak hal yang bisa Kita lakukan di tengah merebaknya Virus Corona atau COVID-19 beberapa bulan belakangan ini.

Menurut penulis, kita perlu secara bersama-sama membantu pemerintah dalam rangka menghambat dan menanggulangi dampak penyebaran virus ini. Ini menjadi penting, minimal untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Begitu bahaya COVID-19 ini, usaha dan Ikhtiar Pemerintah sudah dilakukan dengan berbagai cara agar warga masyarakat tidak terinfeksi. Pun, menurut medis, virus berbentuk mahkota ini lebih kecil dari kuman dan bakteri. Jangan abai dengan himbauan pemerintah.

Tidak mudah menghadapi musuh yang tak tampak seperti COVID-19. Sudah banyak korban jiwa dan melukai ratusan bahkan jutaan orang.

Dahsyatnya pengaruh virus tersebut, mampu mengubah tatanan kehidupan sosial di tengah-tangah masyarakat kita saat ini. Karenanya,  lahir berbagai istilah yang memunculkan pola interaksi sosial yang "baru". Kita pun jadi mengenal istilah seperti Sosial Distancing, Physical Distancing, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pengawasan (PDP), Cluster, Stay at Home, Work From Home dan lain-lain.

Sejak mewabahnya virus corona secara global, membuat status seseorang menjadi “ ODP “  hanya karena yang bersangkutan baru pulang dari luar daerah atau Luar Negeri. Pun karena Flu, Batuk dan Pilek statusnya menjadi  “PDP“. Yang tak kalah menyedihkan, pasien yang meninggal pun dikuburkan "tidak normal" oleh karena hanya boleh dihadiri kalangan terbatas --keluarga terdekat bahkan kadang terlibat-- dengan “APD" super maksimal dan pengawasan ketat.

Adalah kesadaran warga bangsa dalam mendisiplinkan diri menjadi kunci sukses menangkal ekspansi pandemik COVID-19 (Corona Virus Disease-19) ke-berbagai wilayah.

Oleh karena itu, penulis mengajak kita semua, sekecil apapun peran kita, mari sama-sama kita patuhi himbauan Pemerintah untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Stay at Home atau tinggal di rumah adalah bentuk paling sederhana yang bisa kita lakukan. Tapi pengaruhnya memberi efek positif yang cukup segnifikan dalam menekan penyebarannya.

Memang, penulis sadari, tidak mudah mengahadapi masyarakat dari berbagai lini kehidupan Sosial dan segenap prilakunya. Tapi kita beum terlambat. Dalam kondisi saat ini, mari kita yang merasa mengerti dan memahami, selayaknya memberikan sumbangsih Ilmu pengetahuan, pengalaman kita kepada masyarakat di mana tempat kita tinggal atau berdomisili dengan “ikhlas “. Pun, jika belum bisa berbuat lebih, sebaiknya cukup diam dan tak menambah beban pemerintah dan masyarakat kita.

Ambil sisi positifnya. Jika ada himbauan, tentu, ujuannya baik untuk kemaslahatan warga, taatilah. Bukan malah mempertentangkannya. Pemerintah tidak mampu mengakomodasi keinginan orang per orang dari jutaan orang dari ratusan juta penduduk Indonedia yang ada. Jadilah "ma'mum" yang baik.

Kenapa kita dihimbau untuk tidak berkerumun atau kumpul-kumpul? Karena kita pun tidak tahu, di antara teman kita itu, salah satu atau salah dua atau salah tiga dan seterusnya, bisa saja  positif Covid-19 dan menjadi carrier (pembawa) penyebarannya.

Pun demikian, jika ada keluarga, sanak saudara atau teman-teman kita yang baru datang dari luar Daerah atau luar Negeri, harus dicek dan diwajibkan segera Isolasi Diri sampai benar-benar sehat. Karena pemerintah dan semua jajarannya,  peduli atas kesehatan, keselamatan jiwa warganya.

Begitulah bahaya si'Covid-19  ini. Ia memang, maaf, tidak kemana-mana. Tapi kita yang ke mana-mana.

Harapan penulis, semoga kita semua terhindar dari wabah ini, tetap sehat, tetap semangat dan selalu tetap dalam ridho-Nya. Amin.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done