Kenapa Harus UKM dan Produk Lokal?! - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Minggu, 19 April 2020

Kenapa Harus UKM dan Produk Lokal?!


Oleh: Dr. H. Zulkieflimansyah
(Gubernur NTB)

Paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyisakan banyak pertanyaan dan debat.

Kenapa harus 'memaksakan' diri menggunakan produk-produk lokal? Kenapa kita  tidak beli saja produk yang sudah ada di pasar yang harganya lebih murah? Bukankah dengan harga yang lebih murah kita, kemudian, bisa dapat lebih banyak ?

Bagi mereka yang belajar ekonomi yang biasa alias konvensional, tentu, pertanyaan-pertanyaan di atas terlihat wajar. Sayangnya, karna seringnya kita berpikiran demikian, kita jadi tergantung pada impor atau membeli produk dari luar. Industri dalam negeri menjadi tak pernah hidup. Akibatnya, ekonomi kita tak akan pernah mandiri dan selalu rentan terhadap gejolak dan perubahan-perubahan eksternal ke depan.

Agar ekonomi kita mandiri, maka pondasi industri kita harus kuat. Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar kita, seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah perekonomian inilah yang disebut dengan 'industrialisasi'.

Industrialisasi, memang, tidaklah sederhana. Perjalanannya panjang, berliku dan, ia mensyaratkan hadirnya inovasi teknologi. Tanpa Inovasi teknologi,  maka, industrialisasi hanyalah mimpi dan pepesan kosong.

Inovasi teknologi ini, secara empiris, ternyata tidak seperti yang banyak dibayangkan orang. Ia tidak tumbuh subur di kampus-kampus atau lembaga-lembaga penelitian. Karna, sebagian besar, ia justru digeluti di perusahaan dan dunia industri.

Sebagai contoh, di negara-negara berkembang (catching up countries), inovasi teknologi tidak banyak berasal dari riset di kampus atau dari Research and Development (R&D) laboratorium dan lembaga-lembaga penelitian. Tapi, ia banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan learning by doing dan reverse engineering. Perusahaan belajar dari coba-coba, dari melakukan pekerjaan dengan metode ATM: amati, tiru dan modifikasi.

Pada prinsipnya, jika kita hendak menghadirkan banyak inovasi teknologi, maka hadirkanlah banyak perusahaan dan industri dalam perekonomian kita. Lalu, beri mereka, masyarakat kita, kesempatan untuk memulai mengerjakan pesanan dan pekerjaan-pekerjaan itu.

Jadi, inilah semangat dasar kenapa kita harus ramah pada investasi. Hanya dengan ramah pada investasi, perusahaan mau datang ke daerah kita. Banyaknya perusahaan, secara otomatis, akan menghadirkan banyak inovasi teknologi. Menjamurnya inovasi teknologi akan mempercepat industrialisasi. Dan, hadirnya Industrialisasi akan memperkokoh perekonomian dan daya tahan kita.

Dengan sedikit landasan teoritis di atas, akan menjadi batu pijak bagi kita untuk bersama-sama memahami,, bahwa JPS Gemilang yang mengutamakan produk-produk lokal bukankah sekedar langkah populis tanpa dasar. Ia merupakan langkah 'besar' dan 'mendasar' utk memulai inovasi teknologi, langkah awal dan mendasar utk menempuh perjalanan panjang industrialisasi, demi perekonomian NTB yang kokoh di masa yg akan datang.

Demi Kemandirian, Produk Lokal Sebuah Keharusan

Tanpa ada kebijakan menggunakan produk lokal, pelaku industri lokal tak akan pernah belajar, tak akan pernah melakukan inovasi teknologi dan, karenanya, tak akan pernah menjadi besar.

Nah, kalau usaha kecil menengah (UKM) dan industri lokal tak kita apresiasi dan tak kita besarkan, maka ekonomi kita tak akan pernah mandiri dan akan selalu tergantung terus menerus pada produk dari luar dalam jangka panjang. Kita selamanya akan jadi penonton di rumah kita sendiri.

Keberanian menggunakan produk lokal, memunculkan UKM dan industri lokal adalah upaya serius kita utk menguatkan fondasi ekonomi kita agar tegak berdiri dalam waktu yang lama.

Jadi, mari semua, inilah saatnya bagi Kabupaten/Kota di NTB untuk mengencangkan ikat pinggang kemandirian ekonomi dengan memulai dari political will kita bersama yang berorientasi industri kerakyatan. Kita bisa mulai dari hal paling sederhana dengan mengarusutamakan produk-produk lokal yang kita miliki.

Saat ini, di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19) yang melanda dunia, kita bisa mengupayakan setiap paket bantuan sosial ke masyarakat dengan menghadirkan sembako dari produk-produk lokal daerah kita masing-masing. Hal ini bermanfaat ganda sekaligus. Di satu sisi untuk membantu meringankan beban masyarakat kita di masa pandemi. Di sisi lain, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan toko-toko tani lokal, kita banjiri dengan produk-produk lokal petani, nelayan, peternak dan para pedagang lokal kita akan saling menguatkan satu sama lain. Sebuah simbiosis mutualisme ekonomi yang berputar dari peluh keringat rakyat kita sendiri.

Ya. Ini perjuangan bersejarah kita untuk menguatkan perekonomian kita sendiri.

Perjalanan panjang, memang selalu harus di mulai dengan langkah pertama.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done