Meretas Jalan Baru: Sebuah Daya Dobrak Psikologis - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Rabu, 22 April 2020

Meretas Jalan Baru: Sebuah Daya Dobrak Psikologis


Oleh: Dr. H. Zulkieflimansyah
(Gubernur NTB)

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terus memprioritaskan produksi-produksi lokal yang ada. Kita memberi kesempatan dengan memberdayakan industri kecil menengah (IKM).

Upaya ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mendorong geliat ekonomi yang berbasis kemandirian dan prinsip-prinsip dasar membangun kekuatan fondasi ekonomi lokal.

Bukan sebuah kebetulan. Bersamaan dengan masa pandemi global virus corona alias covid-19, semakin memperkuat tekad Pemprov NTB untuk menunjukkan bahwa kita, dengan segala talenta lokal yang kita punya, mampu menghadapi potensi gejolak ekonomi yang menjadi kekhawatiran banyak kalangan. "Hanya" dengan memperkuat basis ekonomi lokal lah, kita akan sanggup menghadapi banyak rintangan ke depan. Lebih-lebih dengan memberdayakan produksi lokal yang terbilang "masih baru, tentu, tak sedikit rintangan yang akan kita lewati.

Contoh terbaru, produk seperti minyak goreng sebagai salah satu item untuk Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Pemprov NTB yang, kita akui, memang gagal memenuhi target kuota yang diinginkan. Terkait ini, banyak yang kemudian langsung melakukan cercaan dan kritik pedas. Seakan-akan, semuanya bohong, pencitraan, barang oplosan, dan lain-lain.

Bahwa ada beberapa UKM yang tergiur untuk bermain dengan mengoplos/mencampur, tentu sangat di sayangkan. Kami pun mafhum bahwa fenomena semacam itu biasa terjadi di mana-mana di negara berkembang. Itu yg di sebut proses belajar itu. Ada learning by doing. 

Jika kemudian ada masukan, kritikan dan, bahkan, makian telanjang dan sebagainya, adalah hal yang biasa. Pemerintah menganggapnya bentuk kepedulian, sebagai cambuk pengingat bagi kita untuk melakukan pembenahan-pembenahan yang lebih baik. Mengharapkan semuanya sempurna tanpa cacat di awal di saat kita baru saja memulainya, merupakan hal yang tak mudah dan hampir --untuk tak mengatakan-- mustahil.

UKM dapat yang pesanan tidak semudah perusahaan-perusahaan besar. Mereka tidak punya modal yang cukup. Mereka bisa bekerja kalau dibiayai di depan. Dan, kita pun tahu dan mafhum, kadang, uang negara proses keluarnya terbilang ribet, bertele-tele, melalui sekian kebijakan administratif-birokratis yang tak sesederhana saat kita belanja sehari-hari di pasar; ada uang, ada barang, langsung bayar.

Sementara itu, sejumlah kasus di mana ada juga UKM yang sudah membangun komitmen bersama, tetapi, ketika ada yg menawarkan harga lebih tinggi, tiba-tiba menjual barangnya ke pihak lain.

Inilah dinamika. Inilah suka duka. Inilah jalan panjang membangun kemandirian, sebuah daya dobrak psikologis (psychological striking force) menuju pembangunan manusia NTB yang berkualitas, penuh inovasi dan berkarakter ke depan. Inilah pilihan untuk berani meretas jalan baru dan berbeda. Dan, ya, sekali lagi, inilah keberanian kita meretas jalan baru yang tak biasa yang menjadi kerja-kerja besar para pahlawan yang nantinya lahir dari NTB ini.

Saya mengajak dengan tulus dan penuh pertimbangan. Mari bersama, kita bergandengan tangan. Kepada para pelaku perindustrian dan UKM lokal untuk terus membangun semangat ini.

Percayalah. Jika pun kita belum bisa memenuhi 50 persen di bulan pertama, kita tak lantas menyerah begitu saja. Mari tingkatkan dan terus kita perbaiki bersama. 60 atau 70 persen di bulan kedua, menuju 90 sampai dengan 100 persen di bulan ketiga, dan seterusnya. UKM NTB pasti bisa.

Terbukti. Di masa pandemi ini, UKM kita tetap mampu berkontribusi langsung untuk kepentingan masyarakat NTB. Di samping masker, alat pelindung diri (APD) lain seperti Hazmat --pakaian khusus tenaga medis-- sanggup mereka produksi dengan kualitas yang terbilang layak untuk kelengkapan perlindungan diri tenaga medis kita dalam melayani pasien corona.

Akhirnya, jika ada masukan, kritik dan, bahkan, cemoohan Insya Allah jadi penyemangat untuk kita bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat kita. Bismillah.

Ayo tetap semangat !

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done