Sekarang Ngerem, Enam Bulan Kemudian Ngegas - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Sabtu, 11 April 2020

Sekarang Ngerem, Enam Bulan Kemudian Ngegas



Oleh: Jasnawadi Wirajagat
(Pegiat Wisata, Presiden ASPPI NTB 2012-2017)

Dua hari yang lalu, Pemerintah Cina membuka gembok Wuhan yang sudah dikunci sejak 30 Desember 2019 yang lalu. Wuhan yang merupakan negeri asal Tuan Korona sudah mulai move on. Mereka cuma dikunci selama 76 hari. Ya, 76 hari (Lombok Pos 09/04/2020). Memang tidak mudah hidup dalam ketakutan dan bahaya kematian, walau satu hari. Tapi toh Wuhan saja yang merupakan daerah endemic korona saja bisa bertahan dan membaik dengan cepat.

Digambarkan oleh Lombok Pos bagaimana orang-orang bergembira menyambut pemulihan kota mereka. Bak pesta tahun baru, mereka menunggu datangnya pukul 00:00 saat di mana lampu-lampu yang selama ini dipadamkan karena lockdown akan dinyalakan kembali. Jutaan warga Wuhan keluar rumah untuk menikmati “hidup baru” mereka.

Saya membayangkan orang-orang yang telah dikurung selama hampir tiga setengah bulan itu bergembira. Selama ini keinginan refreshing mereka tertahan. Keinginan shopping mereka terhambat. Keinginan traveling mereka tertertunda. Mereka harus di rumah saja. Mereka semua harus ngerem. Pada malam pertama gembok dibuka, otoritas di Cina memperkirakan sekitar 65 ribu penumpang berbagai macam moda transportasi outgoing dari Wuhan. Mereka ramai-ramai ingin ngegas kembali.

Dilaporkan, penggembokan Wuhan sudah berakahir walaupun tetap waspada. Masih ada kebijakan pemakain APD yang ketat bagi, setidaknya bagi crew pesawat dll. Kita baru mulai. Kita harus lebih waspada daripada yang sudah berakhir. Mereka sudah boleh ngegas, kita harus terus ngerem. Rem keinginan untuk meet up di café, rem keinginan untuk jalan-jalan di mall, rem keinginan untuk terlalu banyak keluar rumah.

Memang kita semua terpukul. Ekonomi terpukul, sempoyongan, berjalan lambat, namun tidak mati. Hanya ngerem dan melambat dan mungkin saja berhenti, tapi sementara. Pada saatnya nanti, semua akan kembali pulih. Jika ingin cepat, maka kepada seruan dan saran pemerintah dan ulama kita harus taat. Jika Wuhan bisa ngegas lagi dalam 76 hari, semoga kita bisa lebih cepat. Kita sudah punya benchmark-nya sehingga wajar berharap bisa lebih cepat, kecuali kita tidak mau taat.

Semoga enam bulan kemudian, ekonomi kita kembali ngegas. Orang-orang yang sudah terkunci di rumahnya pasti ingin berhamburan keluar. Mereka pasti ingin refreshing, jalan-jalan ke mall, duduk di café dan pergi pelesir ke tempat-tempat indah di negeri ini. Saat itulah nanti semua bisa ngegas kembali. Sektor pariwsata bisa ngebut lagi. Semua bergembira. Akan ada keramain setelah penguncian. Maka akan ada keramaian di mana-mana setelah penguncian.

Sekarang tahan dulu, sabar dulu. Jangan terlalu sering teriak. Malu sama tetangga. Apalagi yang pengusaha (besar, menegah atau kecil); jangan teriak. Atau kalau mau teriak,  yang lembut saja, jangan kencang-kencang. Kalau  pengusaha teriak terlalu kencang, nanti teriakan orang-orang yang lebih susah tidak akan terdengar. Malu sama mereka. Sekarang kita ngeren dahulu, kita ngegas enam bulan  kemudian.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done