Tak Disengaja, Jangan Salahkan Jamaah Gowa Karna Corona, - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 20 April 2020

Tak Disengaja, Jangan Salahkan Jamaah Gowa Karna Corona,


SINERGINTB.COM, MATARAM - Terjadinya lonjakan positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengejutkan banyak warga. Meski demikian, seperti dijelaskan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, pada selasa (21/04/20), melalui akun Facebook (FB) resminya, terjadinya peningkatan ini tak perlu membuat warga berlebihan menyikapinya karena cluster-cluster penyebab lonjakan ini sudah bisa diidentifikasi dan lebih mudah untuk ditangani.

"Banyak yang terkejut ketika lonjakan yang positf Korona naik begitu cepat di tempat kita. Mestinya kita tidak perlu terkejut karena Cluster-cluster, alhamdulillah, sudah teridentifikasi. Dan, dengan sudah teridentifikasi, insya Alloh, kita jadi lebih  mudah menanganinya," papar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Salah satu cluster yang banyak terkena wabah ini, lanjut Bang Zul, adalah saudara-saudara kita dari Jamaah Tabligh (JT) yang kebetulan mengikuti acara di Gowa, Makasar, Sulawesi Selatan. 

"Saya kebetulan pernah ikut aktivitas Jamaah Tabligh ini, sebuah komunitas yang luar biasa dan bekerja dengan penuh cinta dan keikhlasan," kisahnya.

Disebutkan orang nomor satu NTB tersebut, bahwa banyaknya anggota JT yang terpapar positif corona, tentu bukan karna kesengajaan. Tapi, lanjutnya, karna komunitas ini guyub, sering berjabat tangan dan sering bersama-sama. Inilah yang membuat penularan COVID 19 dari JT berpotensi jadi lebih cepat. 

"Menyalahkan teman-teman JT tentu tidak tepat, dan teman-teman JT yang kebetulan pernah ke Gowa juga harud terbuka dan sadar bahwa covid-19 ini bukan aib dan bisa di sembuhkan. Sehingga tak perlu bersikeras untuk tidak mau dites atau diperiksa," sambung Bang Zul mengingatkan

Menurut Gubernur, pihaknya sudah mendata warga Cluster Gowa jumlahnya lebih dari 1000-an. Dan, hasil Rapid test sementara sudah 367 yang reaktif. Biasanya, imbuhnya, mereka yang reaktif dari hasil tes lebih dari 50% cenderung menjadi positif. Artinya, masyarakat harus siap di beberapa hari ke depan berpotensu terjadi lonjakan jumlah yang positif. 

"Tetapi tentu lebih baik menyalakan Lilin daripada kita mengutuk kegelapan. Daerah-daerah yang kebetulah sudah cukup banyak yang reaktif harus segera menyiapkan diri dan masyarakat harus secara psikologis disiapkan untuk menerima kenyataan ini.

Bang Zul mengatakan bahwa untuk menyembuhkan pasie positif Covid-19 tidak susah. 

"Isolasi 14 hari, makan makanan yang sehat, cukup vitamin C dan E, berolah raga, dan lain-lain. Insya Allah sembuh", sarannya. 

Sementara itu, upaya Gubernur membeberkan data dari Cluster Gowa, bukan bertujuan agar masyarakat menjadi panik. Alih-alih, hal ini agar masyarakat lebih dini menyiapkan diri. 

"Ini, insya Alloh, bisa disembuhkan dan diselesaikan", pungkasnya.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done