Teknologi itu Bukan Barang Mewah, Bisa Lahir dari Bawah - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 17 April 2020

Teknologi itu Bukan Barang Mewah, Bisa Lahir dari Bawah


Oleh: Dr. H. Zulkieflimansyah
(Gubernur NTB)

Memperkenalkan Teknologi untuk lahirnya Industrialisasi di negara berkembang seperti di negara kita, memang, tak semudah seperti membalik telapak tangan. Perjalanan panjang, berliku, mendaki, penuh tantangan dan, bahkan ancaman.

Kita sudah lama dicekoki seolah-olah teknologi itu melulu tentang barang mewah dan hanya dimonopoli oleh negara-negara maju.

Mungkin saja dalam bayangan kita tergambar, bahwa mereka yang paham teknologi, berkepala plontos, berkaca mata tebal, kesehariannya bergelut dengan buku atau jurnal, serta  menghuni laboratorium-laboratorium di kampus atau di lembaga-lembaga penelitian.

Itu tak salah. Tapi, Itu adalah stereotype pengembangan teknologi di Negara Maju. Sekali lagi, konteksnya di Negara Maju.

Di Negara Berkembang, termasuk di Daerah, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tempat tinggal kita ini, inovasi teknologi kadang tak harus dengan sekolah tinggi-tinggi.

Pencetus dan penggiat teknologi tak perlu harus berkepala botak, tidak pula berkaca mata tebal. Inovasi di negara-negara berkembang dan di daerah-daerah terbelakang (cathing up countries), talenta-talenta teknologi itu, kadang, lahir dari tangan-tangan "dekil" dan dari pojok-pojok desa sederhana.


Yang mereka butuhkan cuma pemerintah yang mau mengerti dan menghargai mereka. Yang mereka nantikan hanya pasar yang mau menerima produk-produk mereka.

Kalau sudah ada yang mau membeli dan menghargai, maka, mereka akan mulai terpacu utk memperbaiki kualitas, meningkatkan produktivitas dan mulai menggunakan mekanisasi dalam proses produksinya.

Saya, kita semua, tak sedang bermimpi. Usaha Kecil Menengah (UKM) kita yang sedang buat minyak kelapa, kini, mengalami suasana ini. Mereka luar biasa.

Kemarin mereka masih memeras minyak kelapa secara manual dengan tangan. Kini, dengan adanya pasar yang mau memberikan mereka ruang dan pemerintah yang mengapresiasi karya mereka, mereka pun mulai berpikir untuk meningkatkan produktivitasnya. Mereka mulai menggunakan mesin, mulai menggunakan teknologi!

Mereka semua, pengusaha-pengusaha UKM yang dimiliki Daerah ini, mereka-mereka yang mulai menggunakan mesin dan teknologi ini, tidak datang ke kampus untuk minta fatwa dari para Doktor dan Professor atau diceramahi di perkuliahan atau lembaga penelitian/riset.


UKM-UKM ini pun tak lahir dari pengetahuan tentang jurnal dan paper kelas dunia. Mereka "hanya" cukup bertanya pada sejawatnya dari perusahaan lain atau kenalan yg mereka yang sudah familiar dengannya untuk memperkenalkan mesin dan teknologi-teknologi sederhana itu.

Perjalanan panjang itu, sedang kita mulai di NTB ini. Perjalanannya akan panjang, berliku, mendaki dan penuh tantangan.

Where There is A Will, There is a way !

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done