Eradikasi, Eliminasi, dan Opsi Berdamai dengan Corona - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 11 Mei 2020

Eradikasi, Eliminasi, dan Opsi Berdamai dengan Corona


Oleh: Kurnia Pujiati, MPH.
(Alumni Pascasarjana Studi Kesehatan Masyarakat (Public Health), Monash University Australia)

Semua kita, tidak terkecuali, pastinya menunggu pandemi COVID-19 ini berakhir. Terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal yang tentu usaha dan pemasukannya terhenti sama sekali karena pandemi ini. Masyarakat dan pemerintah berharap virus corona segera “menghilang” dan kita semua bisa kembali beraktivitas dengan normal. Namun, bagaimana faktanya? apakah virus corona bisa segera hilang dalam waktu dekat?

Covid-19 sama dengan penyakit menular lainnya. Ia tidak akan bisa hilang kecuali kita mampu meng-eradikasi virus corona. Apa itu eradikasi? eradikasi adalah pemusnahan virus di muka bumi, tidak mendapati virus corona di manapun, termasuk di laboratorium, di alam, di manusia, di binatang, di negara lain dan di tempat-tempat lain. Proses eradikasi atau menghilangkan atau memusnahkan suatu penyakit, hanya ada satu cara yaitu menemukan vaksin yang sangat efektif untuk membuat semua orang di muka bumi kebal dengan virus yang menyebabkan penyakit tersebut.

Contoh penyakit yang berhasil dieradikasi adalah cacar (smallpox) itu pun dihilangkan dalam waktu bertahun-tahun. Dan, masih banyak penyakit menular lainnya yang belum bisa dieradikasi, seperti TBC dkk.

Ahli virus dari Belgia juga mengatakan, bahwa meskipun kita bisa mengatasi dan mengurangi kasus Covid-19. Namun untuk menghilangkan sama sekali, mungkin tidak akan bisa. Mengingat hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus corona.

Menurut beberapa ahli, vaksin akan ditemukan paling cepat 12 sampai 18 bulan. Pun demikian, meskipun ditemukan dalam kurun waktu tersebut, pendistribusian dan penduplikasian ke seluruh dunia juga akan memakan waktu dan butuh kerjasama yang kuat antar negara.

Selain masalah vaksin, Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organisation) juga mengatakan bahwa untuk saat ini belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Untuk itu, penelitian dan percobaan klinik terus dilakukan. Dan, diprediksi virus corona akan kembali muncul dan akan banyak menginfeksi manusia di musim-musim tertentu (masih dalam penelitian). Sementara, saat ini, tenaga kesehatan "hanya" mampu menyembuhkan pasien COVID-19 dengan cara mengurangi dampak gejala dan memberikan perawatan intensif.

Tak Bisa Eradikasi, Tapi Bisa Eliminasi

Meskipun akan sulit dieradikasi, Covid-19 bisa dieliminasi. Artinya, bisa membuat kasus Covid-19 menjadi 0 di suatu daerah atau negara. Contoh negara yang berhasil mengeliminasi kasus ini adalah Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada kasus baru yang datang dari negara lain ke New Zealand. Untuk itu  New Zealand tetap akan mengkarantina orang yang datang dari luar negara salama 14 hari sebagai upaya pencegahan.

Eliminasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:

1). menyembuhkan semua pasien yang positif agar tidak menginfeksi yang lain, termasuk juga mengisolasi ODP dan PDP

2). menemukan kasus secara aktif di lapangan (di masyarakat) agar tidak terjadi penularan.

3). menskrining secara ketat orang – orang yang baru datang di bandara atau pelabuhan.

4).  memberlakukan karantina selama 14 hari di tempat khusus bagi yang baru datang.

5). tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempraktekkan upaya-upaya pencegahan. Meskipun tidak sesederhana di atas, tapi upaya – upaya tersebut bisa dilakukan pemerintah untuk mengeliminasi COVID-19 di suatu daerah.

Jika Covid-19 tidak segera hilang, lalu bagaimana dengan masyarakat? apa yang harus dilakukan?

Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai berdamai dengan virus corona, menurut saya pribadi, ada benarnya.

Melihat fakta yang ada, bahwa virus corona akan membutuhkan waktu yang lama untuk dimusnahkan, sedangkan kehidupan tidak bisa selamanya terhenti. Sementara wabah ini belum ada kepastian kapan akan berakhir. Maka dari itu, sembari pemerintah melakukan upaya eliminasi dan menunggu vaksin ditemukan, masyarakat yang harus bekerja di luar rumah atau beraktivitas di luar rumah dapat berdamai dengan virus corona.

Berdamai atau menjalani kehidupan The New Normal. Artinya, kita perlu menyadari keberadaan virus corona di kehidupan kita saat ini, kemudian memahami bagaimana proses penularan virus corona ke manusia, lalu mempraktekkan cara-cara pencegahan yang telah dianjurkan seperti: menjaga jarak, rajin mencuci tangan, tidak berkumpul, menghindari keramaian, menggunakan masker dan menggunakan pelindung mata ketika sedang beraktivitas/bekerja di luar rumah.

Sumber

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters

https://www.weforum.org/agenda/2020/04/how-and-when-will-this-pandemic-end-we-asked-a-virologist/

https://theconversation.com/we-may-well-be-able-to-eliminate-coronavirus-but-well-probably-never-eradicate-it-heres-the-difference-137991

https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)31097-7/fulltext

https://www.gavi.org/vaccineswork/covid-19-vaccine-might-be-ready-within-18-months-what-happens-then

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200507124956-20-501011/jokowi-minta-warga-hidup-berdamai-dengan-virus-corona

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200508093126-20-501191/istana-luruskan-maksud-jokowi-hidup-berdamai-dengan-corona

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done