Pahami Arti Utuh Pandemi, Jangan Tunggu Kondisi Tak Terkendali - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 04 Mei 2020

Pahami Arti Utuh Pandemi, Jangan Tunggu Kondisi Tak Terkendali


Oleh: dr. H. Kurnia Akmal
(Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Lombok Timur, Koordinator Umum Crisis Center Covid-19 Kemitraan Kemanusiaan)

Bila kita melihat data dunia, tingkat kematian akibat Covid-19 ini berbeda-beda pada setiap wilayah atau negara, ada yg mencapai 10%, 8%, 3%, 2%, malah ada yang tidak ada kematian.

Saat ini, di Indonesia, angka kematian sekitar 8%. Sementara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri, prosentase pasien meninggal berkisar 1,5%, di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, kasus di NTB terbilang cukup tinggi oleh karna masuk 10 besar nasional.

Penyebab tingkat kematian ini multi faktor. Antara lain: keganasan virus, ketahan tubuh, pelayanan kesehatan, spirit dan lain-lain.

Angka kematian akan lebih tinggi pada orang dengan umur di atas 50 tahun. Lebih-lebih jika mereka yang sudah berusia lanjut ini memiliki penyakit penyerta/komorbid. Seperti misalnya, darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan kronik dan lain-lain.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah apabila pandemi ini tidak terkendali. Sebuah kondisi di mana banyak orang terpapar, termasuk orang-orang yang yang berumur lebih dari 50 tahun dengan penyakit penyerta.

Karna selayaknya untuk diketahui bahwa pelayanan kesehatan tidak akan sanggup memberikan pelayanan dengan baik apabila terlalu banyak pasien yang melebihi kapasitas.

Nah, kondisi seperti inilah yang dikhawatirkan bila wabah/pandemi ini dibiarkan, tidak terkendali atau tidak dicegah.

Apakah kita mau memasuki kondisi seperti itu? Apakah kita tidak berupaya keras mencegahnya? Apakah kita tidak menyesal di kemudian hari?

Inilah yang penulis maksudkan bahwa pandemi ini harus dipahami utuh dan harus ada kepedulian terhadap kehidupan/kemanusiaan.

Ancaman nyawa, meskipun "hanya" satu manusia, harus ditanggulangi. Lebih-lebih, jika menyangkut banyak nyawa, walaupun mereka orang-orang yang sudah lanjut usia.

Terkait hal tersebut, orang dari dunia kesehatan beserta epidemolog dan ahli virus, sangat mengerti masalah ini. Sehingga, mereka berupaya mati-matian berjuang merawat seraya mengajak masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi pandemi Covid-19 dengan sebaik mungkin.

Tujuannya, tentu saja, agar wabah ini jangan sampai masuk fase tidak terkendali.

Dengan demikian, penulis berharap, kita semua bisa mengerti dan sadar serta bisa bersama-sama mencegah dan menangani pandemi yang telah banyak memporak-porandakan berbagai sektor kehidupan ini.

Alhamdulillah, penulis bersyukur, saat ini, situasi  masih relatif terkendali, pelayanan Kesehatan masih mampu menangani walaupun dengan alat pelindung diri (APD) yang masih kurang memadai atau di bawah standar yang berpotensi menyebabkan para tenaga medis sendiri terancam terpapar dan, bahkan, kehilangan nyawa.

Kita patut bersyukur, alhamdulillah, penderita corona di Indonesia dan di NTB khususnya, masih banyak yang dalam kondisi baik-baik dan angka kematian pun masih bisa ditekan dan tidak sebanyak seperti di negeri Paman Sam Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Adapun testimoni Pasien corona yang sudah sembuh, keadaan mereka yang baik-baik,  sehat dan bugar, adalah sebentuk harapan dan gambaran bahwa Corona ini bisa disembuhkan. Tidak semua pasien positif meninggal, tidak semuanya sakit berat.

Dengan "kabar baik" ini kita tetap menggantungkan harapan agar masyarakat tidak panik, tidak takut berlebihan, tetap bersemangat, dan tabah menghadapi pandemi Corona ini.

Tidak kalah pentingnya, agar masyarakat senantiasa tetap waspada dengan melakukan pencegahan dan pengendalian dengan disiplin menerapkan Protokol social/physical distancing.

Akan sangat disayangkan apabila ada pemahaman bahwa corona ini adalah tahayyul, propaganda,   konspirasi dan lain-lain, yang lantas membuat masyarakat kita lalai, tidak disiplin menjalankan protokol covid-19. Dan, alih-alih bersikap preventif, ia malah berpotensi mengajak masyarakat untuk berpikir seolah-olah sedang tidak terjadi apa-apa.

Apakah kita harus menunggu pandemi corona ini tidak terkendali untuk membuat kita mau mengerti dan lalu menganggapnya sesuatu yang serius setelah banyak korban?!

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done