Hindari Monopoli Pedagang Berjatah Ganda di Pasar Modern Jelojok, Kasta NTB Hearing dengan DPRD Loteng - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Sabtu, 13 Juni 2020

Hindari Monopoli Pedagang Berjatah Ganda di Pasar Modern Jelojok, Kasta NTB Hearing dengan DPRD Loteng


SINERGINTB.COM, LOMBOK TENGAH - LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Kasta NTB bersama perwakilan pedagang Pasar Jelojok, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melakukan hearing dengan DPRD Loteng, pada kamis (04/06/20), seminggu yang lalu.

Pada kesempatan itu, hadir pula perwakilan Pemda Loteng, seperti Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Kepala UPT Pasar Kopang dan perwakilan komunitas pedagang setempat.

Hearing yang dilakukan di Kantor DPRD Loteng tersebut menghasilkan beberapa butir kesepakatan. Di antaranya, kesepakatan untuk melakukan validasi ulang data nama pedagang yang sudah maupun yang belum masuk ke dalam SK Bupati Loteng.

Untuk saat ini, Kasta NTB Cabang DPD Loteng sudah mulai melakukan validasi dengan tetap berkoordinasi dengan OPD terkait.

Ketua Kasta NTB DPD Loteng, Abdul hamid, mengatakan bahea validasi ulang data nama pedagang adalah salah satu upaya untuk meminimalisasi potensi penyalahgunaan jatah kios maupun los pasar oleh pedagang yang mendapat jatah ganda.

"Hasil investigasi kami di lapangan masih menemukan data oknum pedagang yang mendapatkan kios double dengan beberapa modus. Di antaranya, dengan membuat KK yang berbeda padahal mereka satu keluarga,  prioritas pedagang yang akan menempati kios-kios dan lapak di Pasar Jelojok, tentu, adalah pedagang lama dan penduduk yang berdomisili di wilayah kopang khusunya, dan loteng umumnya, "jelas Abdul Hamid kepada Sinergi NTB

Dijelaskan Abdul Hamid, bahwa semangat awal dibangunnya Pasar Modern Jelojok merupakan upaya positif pemerintah dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Loteng.

Harapan kita agar distribusi kios maupun lapak dan los-los pasar jelojok benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ditunggangi kepentingan lain," tegas Abdul Hamid menutup wawancara.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done