Pringgesela Literasi: Sumbangsih Kecil untuk Negeri - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 23 Juni 2020

Pringgesela Literasi: Sumbangsih Kecil untuk Negeri


Oleh: Hulpiatun Husna
(Pegiat Pringgesela Literasi)

Seperti biasa setiap sore, kelompok pemuda yang menyebut dirinya Pringgasela Literasi kembali menjajakan baca buku gratis. Namun, kali ini, dengan suasana  yang tampak berbeda. Mungkin lebih tepatnya suasana baru, bukan dipinggir jalan lagi.

Ya, setelah cukup lama me-lockdown diri oleh karena pandemi, hampir dua minggu terakhir, lapak buku gratis ini mulai dibuka kembali. Tepatnya sejak Rabu, 10 Juni 2020, yang lalu.

Tak cukup dengan itu, alhamdulillah, pada  Selasa, 23 Juni 2020, di sore yang rindang, Pringgasela Literasi berlanjut pada peresmian dirinya. Bekerjasama dengan Pemuda Pringgasela Timur, mereka membuka lapak baca buku gratis yang berlokasi di Masjid Al-Mujahidin Pringgasela Timur.

Kegiatan ini disambut  antusias oleh masyarakat setempat, dengan hadirnya para tokoh masyarakat dan pemuda yang terdiri dari, anak-anak dari tingkat  TK, SD, SMP, hingga Perguruan Tinggi.


Selain mengenalkan Literasi, tentunya kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturrahmi bagi anggota masyarakat, terutama pemuda, yang berdomisili di lingkup kecamatan Pringgasela.

Sore itu, sesuai dengan tema diskusi yang dicanangkan dan dilaksanakan bersamaan oleh Ikatan Pemuda Mujahidin Pringgasela Timur yaitu, “Literasi Sebagai Instrumen Persatuan” juga menghadirkan beberapa tokoh dari  lembaga dan komunitas sosial, terutama para pegiat Literasi.

Bagi penggiat Pringesela Literasi, kegiatan ini sebagai salah satu strategi untuk membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi, tentang urgensi melek baca, bahwa belajar bukan hanya di sekolah. Ia bisa dilakukan di mana saja.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, jendela dunia bisa kita buka "hanya" dengan berdiam diri di rumah (stay at home) dan belajar dari rumah (learning from homeg saja. Ya, seperti sudah sering dituturkan orang bijak yang mengatakan bahwa "buku adalah jendela dunia". Inilah saatnya, di saat kita harus lebih banyak tinggal di rumah, salah satu yang terbaik adalah dengan membaca di tempat kita, di kampung halaman depan rumah kita. Dan, sekali lagi, Pringgesela Literasi telah menyediakan wadahnya. Wadah tempat berkumpul dan membaca yang tak perlu membuat kita jauh beranjak mencarinya.


Prinsipnya sederhana, seperti halnya kata Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, “setiap orang menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah.”

Kesempatan baik ini tentu saja tidak boleh disia-siakan begitu saja. Pringgasela Literasi yang masih seumur jagung berupaya semaksimal mungkin menyiapkan berbagai hal yang menjadikan kegiatan ini tidak hanya berjalan dengan baik, tapi juga dapat menjadikan lIterasi sebagai kebiasaan baik yang terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menariknya pada kegiatan kali ini bukan sekedar beda tempat dan membaca buku gratis saja. Ada berbagai kegiatan keren yang sudah disiapkan dari sebelumnya dan berjalan lancar pada kesempatan ini. Jadi selain baca buku gratis, kelompok Pringgasela Literasi membuka kelas mewarnai dan menulis.

Dengan menyediakan sketsa yang dibuat langsung  oleh anggota dari kelompok Pringgasela Literasi, serta berbagai alat dan kebutuhan untuk kelas mewarnai  juga dibeli dari uang pribadi anggota. Begitu pula dengan kegiatan menulis yang langsung dimentori oleh anggota, yang difokuskan bagi tingkat SMP ke atas. Kelas menulis diawali dengan membagikan kertas dan polpen bagi para peserta, kemudian meminta mereka merangkum hasil bacaannya, tidak sampai disana, mereka kemudian diminta menulis bebas, apapun yang ingin mereka tulis dengan terpaku pada satu objek yang ditentukan mentor.

Kelompok Pringgasela Literasi berharap ke depannya bisa memberikan sumbangsih yang lebih baik lagi demi perkembangan dan kemajuan Literasi di Pringgasela.

Dukungan dari berbagai pihak tentunya menjadi alasan baik untuk bertahan, banyaknya apresiasi dari masyarakat adalah sebagai modal utama bagi kelancaran program Pringgasela Literasi.


Banyak sekali gagasan-gagasan hebat yang akan segera diimplementasikan pada hari-hari selanjutnya. Sambil jalan, sedikit orang saja tidak menyenangkan. Semua harus menyempatkan diri mampir bersama kami, duduk, membaca, menulis, bercerita, menggambar masa depan yang indah dan membangun peradaban. Sebuah peradaban baca bangsa yang hadir dari Desa Kecil di bagian Timur Lombok, di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.

Dari sini kami memulainya. Untuk NTB, untuk Indonesia.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done