Satu Dapur, Dua Kerancuan - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 16 Juni 2020

Satu Dapur, Dua Kerancuan


Oleh: Tarli Nugroho
(Mantan Peneliti Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada dan Penulis Buku "Polemik Ekonomi Pancasila: Pemikiran dan Catatan 1965-1985")

Membela Pancasila itu perlu ilmu dan wawasan, bukan hanya butuh semangat. Tanpa ilmu dan wawasan, jangan heran kalau hasilnya hanyalah misleading dan kerancuan.

Dulu, kita mengenal kampanye salah kaprah "Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara". Pancasila, yang sebenarnya DASAR negara, tiba-tiba dijadikan PILAR. Meski sudah diingatkan dan dikritik, sang empunya tetap jalan terus. Belakangan terbukti, oleh Mahkamah Konstitusi istilah "Empat Pilar" kemudian dibatalkan dan dilarang dipergunakan.

Namun, untuk menyelamatkan muka para elite, istilah tadi kemudian diganti menjadi "Empat Pilar MPR RI". Secara yuridis, istilah ini tidak keliru. Namun, alih-alih betobat, mereka ternyata lebih suka bermuslihat.

Kini, misleading serupa akan kembali berulang jika RUU Haluan Ideologi Pancasila diundangkan. Cacat krusial dari RUU itu bukan terletak pada tidak masuknya Tap MPRS No. XXV/1966 mengenai komunisme dan PKI dalam konsiderans, melainkan karena RUU ini berpretensi menjadi undang-undang dasar.

Sebagai dasar negara, satu-satunya 'undang-undang' yang berhak mengatur bagaimana Pancasila harus diinstitusikan ke dalam sistem hukum, pemerintahan, ekonomi, dan kemasyarakatan hanyalah Undang Undang Dasar 1945, bukan undang-undang lainnya.

Apakah misleading ini akan diteruskan, dikoreksi, atau kembali dimuslihati sebagaimana kerancuan kampanye "Empat Pilar"?

Sebagai catatan, misleading kedua ini juga berangkat dari usulan kekuatan politik yang dulu pertama kali mengusung gagasan "Empat Pilar". Artinya, bekal semangat dan keterpautan sejarah ternyata tak menjamin kejernihan wawasan.

Persis di situ kita perlu menyadari bahwa gagasan dan ideologi memang diwariskan melalui jalan pikiran, bukan melalui jalur kekerabatan.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done