Tekankan Ideologisasi Produk Lokal di Program Mahadesa, Gubernur NTB Apresiasi Terobosan PT. GNE - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Selasa, 16 Juni 2020

Tekankan Ideologisasi Produk Lokal di Program Mahadesa, Gubernur NTB Apresiasi Terobosan PT. GNE



SINERGINTB.COM, MATARAM - Semangat lahirnya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi salah satu pilar penopang untuk menggeliatkan dan memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat di level desa. Oleh karna itu, sebagai Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi NTB, PT. Gerbang NTB Emas (GNE) hendak mendorong sektor ini dengan membangun upaya kemitraan bisnis yang bertujuan memperkuat perputaraan ekonomi di satu sisi dan mensinergikan sumber daya manusia desa yang ada untuk tampil mandiri dalam merajut kerja-kerja pembangunan desa melalui tangan warganya sendiri. Dengan cara ini, segala kebutuhan masyarakat diharapkan bisa terpenuhi dan mereka tidak harus mencari dan tak terlalu bergantung pada badan usaha lain di luar desanya.

Demikian sejumlah poin yang disampaikan  PT. GNE dalam presentasinya di hadapan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, yang didampingi Kepala Dinas DPMPD Dukcapil NTB, Dr. H. Ashari, Ketua PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimasyah, SE, M.Sc, dan Staf Khusus Gubernur NTB, Astar Hadi, pada Senin (15/06/20) siang yang lalu.

Dalam paparan lanjutan, Advisor PT. GNE untuk Pengembangan Bisnis Mahadesa, Sulton, menjelaskan bahwa Perusda tersebut hendak membangun jaringan pusat perdagangan dan distribusi yang memusatkan kegiatan bisnis dan transaksi dalam konsep Territory Management pada level desa atau yang disebut Program Mahadesa

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Zulkiflimansyah, mengapresiasi atas terbentuknya Mahadesa yang dibangun sebagai tugas dari pemerintah NTB dalam membangun infrstruktur ekonomi daerah yang mandiri dan dimiliki oleh masing-masing daerah, mulai dari desa, kabupaten, dan provinsi. Sehingga bisa mewujudkan industrialisasi pada tingkat desa, melalui program Trade and Distribution Center (TDC) yang diinisiasi oleh PT.GNE, Bumdes dibentuk menjadi sebuah pasar besar yang dapat memenuhi semua kebutuhan yang sebelumnya didata dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari TDC.


"Bumdes di masing-masing desa bisa jadikan sebagai tempat distribusi kebutuhan masyarakat, dengan cacatan tentu harganya harus lebih murah dengan kualitas yang baik pula dalam mewujudkan industrialisasi lokal di desa," kata Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Orang nomor satu di NTB ini mengungkapkan bahwa Bumdes juga akan mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan produk-produk lokal sehingga pemberdayaan UKM di desa masing-masing. Ia juga, menuturkan bahwa pemberdayaan UKM merupakan bentuk dorongan pemerintah untuk mengembangkan industrialisasi di tingkat desa.

"Industrialisasi di tingkat desa juga kita dorong agar dapat memenuhi kebutuhan desanya sendiri, jadi tidak jauh-jauh mendatangkan barang-barang kebutuhan masyarakatnya sendiri, ini tidak gampang, tapu jika ini berhasil, maka akan menjadi kontribusi besar buat Indonesia," tuturnya.

Bang Zul mengungkapkan, Bumdes akan mendorong keterlibatan masyarakat desa seluas-luasnya untuk menyediakan berbagai kebutuhan terhadap produk-produk lokal masyarakat. Harapannya akan lahir banyak inovasi dan aktivitas ekonomi dalam bentuk produk-produk UKM/IKM yang pada akhirnya bisa mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Ia juga menuturkan bahwa pemberdayaan UKM yang dilakukan Pemprov NTB selama ini salah satunya merupakan bentuk dorongan untuk mengembangkan industrialisasi di tingkat desa.

Oleh karna itu, Gubernur sangat menekankan pentingnya "ideologisasi" pada Program Mahadesa tersebut. Ideologisasi, menurutnya, adalah sebuah keharusan adanya produk lokal ketika Program tersebut dijalankan. Ideologisasi, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting di samping urusan bisnis untuk mengawal semangat penguatan industrialisasi lokal terus berjalan.

Meski demikian, terang Bang Zul, dirinya menyadari bahwa proses ideologisasi itu harus dilakukan secara perlahan, bertahap dan berkesinambungan. Karn menurutnya, hal itu membutuhkan variabel ikutan yang tak sedikit untuk menghadirkan produk lokal mampu bersaing dengan produk-produk luar yang sudah lebih dulu ada.

Senada Bang Zul, Stafsus Gubernur, Astar Hadi, mengharapkan faktor ideologisasi produk lokal menjadi impuls atau rangsangan ikonik bisnis Program Mahadesa. Dengan ini, imbuhnya, di samping kebutuhan akan harga yang lebih murah, perlu adanya diferensiasi alias nilai pembeda yang dihadirkan dalam suatu kegiatan bisnis untuk menarik pelanggan.

"Salah satu strategi bisnis, diferensiasi baik di harga maupun produk, akan membuat pembeli tertarik. Apalagi diferensiasi itu di produk lokal yang memang jadi visi Pak Gubernur, saya kira itu akan memberi nilai tambah di satu sisi, di sisi lain ideologisasi penguatan industri lokal juga tetap jalan dan makin nyata," kilah Astar.


Di tempat yang sama, Direktur Utama PT. GNE, Syamsul Hadi, mengatakan PT GNE membangun TDC Desa sebagai Sales & Distribution Point yang melayani kebutuhan warga dan UMKM Desa serta menjadi pintu utama penjualan dan distribusi produk lokal desa.

Oleh karena itu, pendataan kebutuhan dilakukan dengan membentuk kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri dari 10 keluarga, apa yang dibutuhkan dicatat oleh pokmas kemudian dilaporkan ke surpervisior yang mana supervisor ini adalah masyarakat yang ditunjuk oleh TDC, dimana masing-masing desa akan didampingi oleh 40 orang supervisor yang rencanan yang beranggotakan perempuan semua.

Ditambahkan Hadi, bahwa sebelumnya telah berdiskusi dengan UMKM-UMKM di NTB yang sebelumnya dilibatkan pada program JPS Gemilang untuk dapat bekerjasama dengan PT.GNE.

“TDC dibangun sebagai tugas dari Pemerintah Propinsi NTB dalam membangun infrastruktur ekonomi daerah yang mandiri dan  dimiliki oleh masing-masing daerah, mulai dari Desa, Kabupaten, dan Provinsi,’ ’tandasnya.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done