Sekdis Nelly Bicara Urgensi UMKM Lokal Masa Pandemi dan Setelahnya. - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Rabu, 01 Juli 2020

Sekdis Nelly Bicara Urgensi UMKM Lokal Masa Pandemi dan Setelahnya.


Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap I dan II yang diperuntukkan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi Corona Virus Disease atau familiar disebut Covid-19 sudah tuntas dengan baik. Kini sedang dipersiapkan JPS Tahap III.

Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan kolaborasi antara pemprov dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dalam pelaksanaanya. Sehingga, di samping sebagai stimulus ekonomi yang membantu masyarakat kecil, di sisi lain juga membantu dan memberi ruang bagi usaha-usaha rakyat untuk mampu bangkit dan bertahan di masa pandemi.

Dari pantauan Sinergi NTB di lapangan, setidaknya dalam tiga bulan terakhir, JPS Gemilang yang notabene program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sebagai stimulus ekonomi masa pandemi menjadi perbincangan hangat banyak kalangan di NTB. Mulai dari pemerintah, DPRD, aktivis mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga lapisan masyarakat. Tak sedikit pro-kontra yang terjadi dalam pelaksanaannya. Namun dari sejumlah komentar miring, kritik lebih banyak diarahkan pada teknis-teknis yang dianggap belum sempurna. Sebaliknya, substansi program yang melibatkan banyak UMKM ini dianggap suatu terobosan baru pemprov NTB yang positif dalam memperkuat basis ekonomi kecil-menengah di Daerah.

Salah satu yang mendapat tanggung jawab terhadap program ini adalah Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dinas ini bertanggung jawab pada item JPS Gemilang berupa produk UMKM kopi, kue kering, dan sabun.

Dalam kunjungan ke kantor Disdag, Rabu (01/07/20) kemarin, Sinergi NTB menemui Sekretaris Dinas (Sekdis) Perdagangan, Baiq Nelly Yuniarti.

Dalam perbincangan santai, kepada Sinergi NTB, Sekdis yang ramah ini membeberkan urgensi UMKM di masa pandemi dan bagaimana keberlenjutannya.

Sekdis muda ini menjelaskan bahwa kehadiran UMKM lokal di tengah pandemi menjadi semacam trigger alias pemicu untuk mendorong produk-produk lokal terus berkembang secara berkelanjutan. Sehingga ke depan giat produksi di rumah sendiri akan semakin produktif. Melahirkan banyak tangan terampil yang akan memperkuat basis ekonomi keluarga/masyarakat di satu sisi dan berimbas bagi penguatan perputaran dan pertumbuhan ekonomi daerah di sisi lain.

Lebih-lebih, terang Nelly, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, sangat menekankan urgensi kemandirian berinovasi dan berproduksi pada aras lokal sebagai bentuk pengejawantahan semangat pembangunan berbasis masyarakat (society based developement) yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat pada dirinya.

Karena, imbuhnya, pondasi sebuah bangunan akan menjadi kokoh jika saja para penghuninya mampu tegak berkarya secara mandiri dari jerih payahnya sendiri.

Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Perdagangan, berkomitmen pada apa yang menjadi visi besar Gubernur NTB dengan menggalakkan sektor perdagangan yang semaksimal mungkin mengakomodasi setiap usaha dan kewirausahaan melalui kerjasama dengan UMKM yang ada.

"Pak Kadis pun selalu mengingatkan kami untuk terus memberi ruang bagi UMKM yang ingin tumbuh dan berkembang. Salah satunya melalui Program JPS Gemilang yang sudah dan sedang berjalan dengan baik saat ini," terangnya.

Sementara itu, kepada Sinergi NTB, sekdis yang murah senyum ini tak lupa menjelaskan bahwa semua hidangan makanan ringan yang  tampak berjejer di ruang tamu kantornya merupakan produk UMKM Lokal yang dihidangkan bagi setiap tamu yang berkunjung.

"Silahkan dicicipi dulu, ini semua produk UMKM kita," ucapnya seraya menyodorkan camilan kepada Sinergi NTB sebelum beranjak meninggalkan ruangannya.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done