Jurus Mahadesa Pemprov NTB: Sebuah Revolusi Pasar Digital dari Desa - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Kamis, 20 Agustus 2020

Jurus Mahadesa Pemprov NTB: Sebuah Revolusi Pasar Digital dari Desa

SINERGINTB.COM, NUSA TENGGARA BARAT - Pada April 2020 lalu, Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat menjadi saksi bermulanya ide besar membangun sistem perdagangan berbasis teknologi digital di NTB. Sistem perdagangan ini diharapkan menjadi jembatan agar produk UMKM di NTB mudah mengakses pasar digital. Semua konsep ini adalah wujud nyata dari Mahadesa, sebuah program infrastruktur ekonomi digital terintegrasi di NTB.

Founder Mahadesa, Sulthon Muhammad, menjelaskan, sejak 2019, Pemprov NTB bekerjasama dengan Mahadesa mengembangkan pembangunan ekonomi daerah dengan menjadikan perusahaan daerah baik BUMD Provinsi, Kabupaten, hingga BUMDES, sebagai pelaku langsung yang mengelola berbagai potensi bisnis di NTB.

Menurut Sulthon, infrastruktur ekonomi digital diterjemahkan oleh Mahadesa sebagai sebuah bingkai kerja yang ditopang oleh beberapa hal penting yang wajib ada di daerah tersebut. Hal-hal tersebut meliputi : 

1. Jaringan Penjualan dan Distribusi 

2. Akses Supply Chain & Demand 

3. Akses Financing & Perbankan 

4. Resource & Kualitas Sumber Daya Manusia 

5. Sistem Digital Managemen Bisnis 

6. Big data Market ( Supply & Demand )

Infrastruktur Ekonomi Digital adalah Sistem Digital Managemen Perdagangan dan Distribusi yang membantu mempermudah setiap wirausaha, pelanggan, principle, distributor, keluarga, UMKM, BUMD, BUMDES, dan partisan yang berkepentingan dalam rantai bisnis di Provinsi NTB untuk mendapatkan layanan yang secara otomatis terhubung satu dengan yang lainnya sesuai kebutuhannya dengan Platform Sistem Digital.

“Sistem digital ini berbentuk aplikasi baik dalam mobile apps ataupun web based dimana semua kegiatan Bisnis bisa dilakukan oleh semua pelaku usaha di atas,” jelasnya.   

Menurut Sulthon Muhammad, infrastruktur ekonomi digital memberdayakan keberadaan jaringan pusat perdagangan dan distribusi menjadi lancar dan mudah diakses. Dengan demikian, transaksi ekonomi antara pelaku usaha dengan konsumennya dapat dilakukan dengan mudah.

Setiap Desa, melalui BUMDES sebagai pengelola pusat perdagangan dan distribusi desa dimudahkan dengan adanya fasilitas katalog produk yang memungkinkan produk lokal desa didaftarkan menjadi produk katalog. Kemudian, katalog ini dapat dipasarkan di semua desa di NTB bahkan nasional melalui Jaringan Penjualan dan Distribusi yang dibangun oleh Mahadesa.

Untuk mewujudkan konsep ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah telah memulai dengan membuka pusat perdagangan dan distribusi desa atau Trade and Distribution Center (TDC) Kuripan Utara, Kamis, 23 April 2020 lalu.

Setelah Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat, selanjutnya menyusul TDC-TDC di desa dan kelurahan lainnya di provinsi NTB.

Gubernur NTB sampaikan bahwa Program Mahadesa ini sudah di mulai dengan  Pilot Projects di 20 desa di Lombok Barat. Insya Allah di HUT NTB 17 Desember 2020 nanti akan ada lebih dari 50 persen desa di seluruh NTB  sudah menerapkan Mahadesa.

"Inti Mahadesa adalah kesadaran untuk tak jadi penonton di daerah kita sendiri. Kita terlelap kelewat lama seperti anak ayam mati di Lumbung padi", tegas DR.Zul.

Lebih lanjut ia katakan bahwa pembangunan adalah proses besar untuk membangun kemampuan. Dengan Mahadesa itu Gubernur ingin buktikan bahwa di mana ada kemauan di situ selalu ada jalan (Where there is a will, there is a way). Ia pun menjelaskan tentang urgensi strategis Mahadesa ini dalam sebuah kalimat bijak yang sering ia nukil dalam setiap kesempatan bahwa "perjalanan panjang selalu di mulai dengan langkah pertama."

Mahadesa adalah bentuk Inovasi  yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas (PT. GNE) untuk memberdayakan desa secara ekonomi, memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus keluar rumah. Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya.

BUMDes dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat). Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fasilitas Mahadesa ini.


Seperti yang dikemukakan oleh Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi, saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara. Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya ribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini.

Sistem bisnis yang dikembangkan PT. GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga. Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejenisnya yang ada di katalog.

Rekap kebutuhan yang didapat, selanjutnya diteruskan by sistem ke sistem yang ada di PT. GNE. Kemudian,sistem PT. GNE akan menghubungkan langsung ke ke vendor (perusahaan/pabrik) mitra untuk didistribusikan kembali ke rumah tangga pemesan melalui BUMDesnya. Hampir seluruh pabrikan di Pulau Jawa telah menjadi vendor.

“Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi.

Selain dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pabrikan, melalui skema Mahadesa ini, GNE juga akan membangun jaringan dengan kelompok-kelompok tani, dan IKM-IKM lokal, agar hasil produksinya dapat dijual ke masyarakat melalui sistem Mahadesa.

Mahadesa Sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital Terintegrasi

Pemprov NTB menyadari sepenuhnya era e-commerce telah mengubah pola proses flow perdagangan konvensional menjadi proses bisnis berbasis teknologi digital. Pola digital ini memungkinkan siapapun bisa melakukan direct penetration kepada pelanggan (end user). 

NTB kemudian menyiapkan visi pembangunan infrastruktur ekonomi digital yang diberi nama “One Belt Digital Economy Infrastructure NTB”. Ini adalah sebuah solusi memperkuat ekonomi Daerah dengan membangun Infrastruktur Ekonomi berupa Jaringan Perdagangan dan Distribusi Terintegrasi dengan titik pusat jaringan di level provinsi, level kabupaten, dan titik pusat jaringan yang ada di setiap desa.

Program ini keberadaannya dibangun dalam bentuk fisik dan dijalankan dengan Sistem Manajemen Bisnis dan Transaksi berbasis teknologi digital sehingga terjadi sebuah sistem usaha terintegrasi yang seamless dalam sistem penjualan, transaksi, delivery dan monitoring bisnis.

Integrasi Jaringan Perdagangan dan Distribusi antar Desa, antar Kabupaten dalam satu Provinsi akan membentuk sebuah jaringan besar yang mengelola seluruh sistem perdagangan dan distribusi barang di Propinsi NTB. Peran pengelola bisnis yang menjalankan operasional Pusat Perdagangan dan Distribusi diserahkan pada Perusahaan Daerah Provinsi,  Kabupaten, dan BUMDes yang masing-masing sahamnya dimiliki oleh Pemprov NTB, Pemda Kabupaten, dan Pemerintah Desa.

Infrastruktur Ekonomi Fisik

Disiapkan untuk menopang jaringan perdagangan dan distribusi yang menjadi tulang punggung transaksi, distribusi, delivery dan komunikasi bisnis antar pelaku bisnis antar daerah. Infrastruktur ini diwujudkan dengan membangun entitas berupa Pusat Perdagangan dan Distribusi di level Propinsi sebagai pengelola aktivitas ekonomi seluruh NTB. Di level Kabupaten sebagai pengelola aktifitas ekonomi di wilayah Kabupaten, dan level Desa berupa Pusat Perdagangan dan Distribusi Desa yang mengelola dan mensuplay kebutuhan barang dan jasa bagi market desa, serta berfungsi sebagai pintu masuk bagi produk lokal yang akan dipasarkan di seluruh jaringan market yang dibangun dari infrastruktur ekonomi tersebut. 

Infrastruktur Ekonomi Digital

Merupakan Sistem Digital Manajemen Perdagangan dan Distribusi yang membantu mempermudah setiap wirausaha, Pelanggan, Principle, Distributor, Keluarga, UMKM, BUMD, BUMDES, dan partisan yang berkepentingan dalam rantai bisnis di NTB untuk mendapatkan layanan yang secara otomatis terhubung satu dengan yang lainnya sesuai kebutuhannya dengan Platform Sistem Digital. Sistem Digital ini berbentuk Aplikasi baik dalam Mobile AppStore ataupun Web Based dimana semua kegiatan Bisnis bisa dilakukan oleh semua pelaku usaha diatas.  

Bio Data

Biodata memungkinkan sebuah percepatan industri berbasis wirausaha lokal dalam melakukan kegiatan produksi baik barang dan jasa yang didasarkan pada data demand. Data demand adalah produk biodata yang didapatkan dari informasi transaksi dan pendataan yang dilakukan dan di-colect dari level desa yang terintegrasi hingga di level Kabupaten dan provinsi. Biodata tidak hanya untuk kebutuhan bisnis, namun bisa dimanfaatkan pemeirntah mendapatkan insigh informasi mengenai data penduduk, data kemiskinan, data kesehatan, sanitasi, dan yang berhubungan dengan bidang-bidang pembangunan daerah. 

Pusat Perdagangan dan Distribusi Desa

Dibangun sebagai cabang-cabang yang akan mengelola market di wilayahnya sendiri yakni Desa atau Kelurahan. Bisnis ini dimiliki dan dijalankan oleh BUMDES yang dapat juga melibatkan warga desa/kelurahan dengan pengelolaan bersama yang bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa/kelurahan dengan membantu akses market bagi UKM ke market lebih luas melalui integrasi jaringan perdagangan antar desa, antarkan dan provinsi.

Pusat Perdagangan dan Distribusi Kabupaten

Dibangun sebagai pusat Supply Chain yang menyediakan kebutuhan permintaan barang dan jasa dari desa di seluruh kabupaten. Juga menjadi pusat supply chain produk dari pabrikan nasional, termasuk berfungsi sebagai pengelola hasil-hasil produksi lokal daerah yang dibantu untuk didistribusikan dan dijual di seluruh wilayah market kabupaten melalui jaringan penjualan desa/kelurahan ataupun dipasarkan ke luar kabupaten.

Pusat Perdagangan dan Distribusi Provinsi

Dibangun untuk mengintegrasikan jaringan kabupaten di wilayah propinsi yang memungkinkan PPD provinsi mengelola dan membangun bigdata transaksi perdagangan sehingga PPD provinsi mampu memberikan masukan dalam usaha meningkatkan proses transaksi dan supply chain produk dari pengusaha lokal ke market di jaringan secara nasional. 

Modernisasi BUMD dan BUMDes

BUMD akan dijadikan leading role bagi pergerakan ekonomi daerah. Modernisasi BUMD dan BUMDES melalui program One Belt Digital Economy Infrastructure menjadi sesuatu usaha yang nyata dengan implementasi secara fisik dengan membangun sebuah Pusat Perdagangan dan distribusi yang ditunjang oleh manajemen opersional bisnis berbasis digital dengan standarisasi. Output yang ditargetkan adalah bagaimana BUMD dan BUMDES berkembang menjadi sebuah institusi usaha Pemerintah Daerah yang kuat dan menjadi sumber PAD/PADes baru.

Desa Digital

Menjadikan desa sebaai pusat pemasaran dan transaksi digital yang berkesinambungan. Program ini didesain juga untuk mempermudah penerapan inklusi perbankan di pedesaan melalui Program Laku Pandai sehingga warga diperkenalkan dengan sistem tabungan tanpa harus ke kantor bank.

Katalog Produk Unggulan

Merupakan Katalog Produk Unggulan Tahunan. Dengan katalog ini, Pemprov NTB akan mampu membangun kompetitifness produk daerah yang lebih berkualitas dan dapat diproduksi dalam kuantitas yang besar. Dengan ini pun, target meningkatkan omset perdagangan daerah bisa tercapai dengan perhitungan yang tepat.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done