Menteri Pertanian Apresiasi Kontribusi BNI Menjaga Ketahanan Pangan di Lombok Tengah - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Senin, 24 Agustus 2020

Menteri Pertanian Apresiasi Kontribusi BNI Menjaga Ketahanan Pangan di Lombok Tengah

SINERGINTB. COM, LOMBOK TENGAH - Memasuki adaptasi kebiasaan baru, sektor pertanian menjadi sorotan dan fokus Presiden Jokowi. Hal ini dikarenakan ketahanan pangan nasional merupakan hal utama yang wajib dijaga selaku komoditas pemenuhan kebutuhan pokok. Atas hal tersebut, PT. Bank Negara Indonesia (BNI)  selaku mitra dari Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan kepada sektor pertanian secara khusus. Hal ini menilik fakta dimana sektor pertanian pada semester I Tahun 2020 merupakan sektor pemenang yang masih dapat bertahan dan berkontribusi positif. 

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat luas,hampir semua sektor terimbas, namun sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap dapat tumbuh. Pada periode Januari hingga April 2020 nilai ekspor pertanian meningkat sebesar 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dari Rp.115,18 Triliun menjadi Rp.134,63 Triliun, disertai dengan peningkatan yang signifikan terhadap surplus perdagangan produk pertanian sebesar 32,9%.  Ketersediaan atau lumbung pangan menjadi fokus pemerintah, oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya kian meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Untuk kali kesekian, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, kembali menyapa pegiat usaha tani di lapangan, memastikan kesiapan daerah di seluruh nusantara dalam mengelola dan menjaga ketahanan pangan tersebut. 

Pada Ahad (23/0820) yang lalu, Mantan Ri melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lombok yang bertempat di Desa Aikmual Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tujuan dari kunker tersebut untuk memastikan bahwa pertanian sebagai sektor pemenang dapat menjaga dan meningkatkan produksinya, walau di tengah kondisi pandemi COVID-19. 

Sebagai mitra dalam program pertanian nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan Kementan di Kabupaten Loteng melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya. Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan secara masif. Selain itu, BNI juga melakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Dukungan nyata BNI di sektor pertanian dilakukan melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian, kegiatan menyongsong pertanian 4.0 (smartfarming), serta serab gabah dan aktivitas lainnya. Hal tersebut sebagai komitmen BNI dalam mendukung pemerintah terkait Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Penyerapan KUR kepada sektor pertanian merupakan stimulus agar sektor pertanian dapat terus tumbuh dan memberikan kesejahteran bagi petani. Dalam kegiatan tersebut, terdapat penyerahan secara simbolis kepada debitur KUR sektor pertanian BNI oleh Syahrul Yasin Limpo. Selain memberikan pemberian pembiayaan melalui KUR Tani, BNI juga secara kontinyu melakukan pendampingan dan pelatihan. 

Kunjungan Kerja ini juga dihadiri oleh unsur Muspida, offtaker, penggiat pertanian, dan stakeholder yang berkecimpung dan berkontribusi pada sektor pertanian. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian, khususnya pemanfaatan lahan dan peningkatan hasil. Dengan salah satu tema kegiatan yakni tanam dan peningkatan mutu jagung, Kementan secara langsung terjun untuk mengawal implementasi di lapangan, termasuk terkait dukungan perbankan kepada petani di daerah.

Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian karena terbukti dapat memberikan kesejahteraan dan bertahan melewati pandemi. 

"Saya harap dukungan pemerintah melalui dorongan penyaluran KUR dapat terserap dengan baik dan digunakan oleh para petani untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan kesejahteraan petani nusantara, dan BNI berkontribusi disitu", sambungnya. 

Dengan penyerapan KUR sektor produksi khususnya pertanian diharapkan akan menyentuh sektor UMKM yang sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus digaungkan pemerintah. BNI dan Kementerian Pertanian secara kontinyu mengawal agar pinjaman KUR sektor pertanian dapat terserap merata khususnya kepada petani disamping untuk mengawal program-program yang ada.

Sejumlah program pemerintah dibuat agar menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Hal itu dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan dalam menyalurkan KUR ke sektor pertanian. 

Dengan bunga yang murah, syarat mudah, dan cara pembayaran melalui skema sederhana, KUR dapat memberi manfaat bagi petani khususnya untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Harapannya dari skala ekonomi, petani dapat merasakan pendapat yang lebih besar. 

Kembali disampaikan bahwa Menteri Pertanian RI mendorong penyaluran KUR dapat dimaksimalkan agar petani-petani di penjuru tanah air dapat sejahtera dari usaha tani yang dijalankan, lanjutnya.

Sementara itu, secara terpisah, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI, Bambang Setyatmojo menyatakan, bahwa BNI 46 Mataram fokus sejak 3 (tiga) tahun terakhir dalam memberikan dukungan khusus pada sektor pertanian. 

"Ekosistem sektor pertanian di Kabupaten Lombok Tengah terus kami bangun, dengan melibatkan agen 46 pupuk, petugas penyuluh lapangan, poktan, gapoktan, pamong desa, offtaker, BULOG, dan kewirausahaan pertanian. Harapannya petani menjadi lebih mudah dalam proses produksi dan pemasarannya“, jelas Bambang. 

Bukti nyata BNI fokus menggarap sektor pertanian dibuktikan oleh angka yang fantastis. Khusus kepada sektor pertanian, dari Januari hingga 31 Juli 2020 KUR telah tersalurkan sebesar Rp.2,73 Triliun kepada 86.992 petani.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BNI, Tambok P Setyawati, menyampaikan bahwa Sektor pertanian merupakan fokus BNI yang telah, masih, dan akan terus dijalankan.

"Hal ini merupakan amanah yang kami jaga dengan baik sebagai mitra pemerintah sebagai agent of development," ungkapnya. 

Selain menggunakan klaster-klaster pada semua komoditas sektor pertanian, papar Setyawati, optimalisasi agen 46 pupuk, menggandeng startup untuk smartfarming, BNI juga terus berinovasi melalui pembiayaan digital. BNI MOVE Agriculture hadir untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar, khususnya petani (UMKM) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah, tutupnya.

Disebutkan Setyawati, sektor pertanian memiliki potensi yang besar dan menarik untuk dikembangkan. BNI MOVE Agriculture hadir sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami akan tetap dan terus berkomitmen untuk selalu hadir bagi petani sebagai bentul bakti BNI untuk Negeri", tutupnya. 


Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done