Tim Independen Gubernur untuk ITDC? - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 23 Oktober 2020

Tim Independen Gubernur untuk ITDC?


Oleh: Dr. H. Zulkieflimansyah

(Gubernur NTB) 

ITDC (Indonesia Tourism Development Corporatioan) merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita yang diamanahi untuk mengelola kawasan parawisata. Salah satu yang menjadi tanggung jawab ITDC adalah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

KEK Mandalika menjadi khusus karena kini menjadi Super Priority Tourist Destination dari Pemerintah pusat. Sebuah destinasi wisata yang sangat-sangat diprioritaskan oleh pemerintah pusat.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Super Priority Tourist Destination yang lain, Mandalika lebih khusus lagi saat ini. Karena, di tempat yang sama, akan diselenggarakannya ajang balap motor kelas dunia MotoGp 2021 yang melibatkan para pembalap terbaik dunia, seperti Valentino Rossi, Marc Marques, dan lain sebagainya. 

Atas inisiasi besar ini, kita semua layak berterima kasih kepada ITDC atas usaha dan kerja kerasnya. Demikian juga, support dan lobby pemerintah pusat dan Presiden Jokowi yang luar biasa. 

Tapi, tentu perlu dipahami, rencana penyelenggaraan MotoGP di KEK Mandalika bukan tanpa kendala. Masih ada tanah di area sirkuit yang diklaim masyarakat belum di selesaikan pembayarannya oleh ITDC. Di sisi lain, ITDC merasa punya alas hukum yang kuat terhadap lahan-lahan yang diklaim masyarakat tersebut. 

Mestinya, kalau ini "hanya" area biasa, semuanya cukup menjadi urusan ITDC saja, karena yang mengelola kawasann tersebut adalah mereka sendiri. Tapi, karna ini menyangkut etalase nasional dan program unggulan utama pemerintah, kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB diminta untuk membantu. 

Perintah dari pusat sangat jelas dan tegas, Proyek unggulan ini harus sukses dan terlaksana dengan baik. Tapi, satu hal yang pasti, tidak boleh ada masyarakat yg dikorbankan.

Karena di kawasan ini ada hajatan besar berskala nasional dan internasional, tentu saja, harga-harga tanah jadi tidak terkendali bahkan di luar nalar dan akal sehat. Sehingga, masalah yang mestinya sederhana jadi sangat rumit dan berbelit-belit. Konon, benang kusut masalah yang ada ditengarai oleh karena banyaknya oknum-oknum yang bermain dan memanfaatkan kesempatan ini. Oknum-oknum tersebut dicurigai dari internal ITDC sendiri, maupun dari pemerintah daerah (pemda) Kabupaten dan Provinsi. Namanya juga dugaan dan isu, jadi kadang liar tidak karuan juntrungnya. 

Kita semua tidak mau hal ini menjadi berlarut-larut. Harapan kita bersama, semoga segera ada kepastian. Pun menyangkut dana serta pengerjaannya harus segera selesai sesuai jadwal. 

Oleh karena alasan ini pula, maka, setelah rapat berkali-kali, unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) NTB memutuskan untuk membentuk Tim Percepatan penyelesaian untuk membantu ITDC agar segera bisa menuntaskan masalah ini. Tim  anggota bervariasi. Terdiri dari perwakilan Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten Loteng, TNI, Polri, kejaksaan, Pengadilan, BPN, dan lain-lain. Termasuk yang terlibat belakangan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan tim ahli dari akademisi Universitas Mataram (Unram).

Tim ini dibentuk agar berbagai persoalan yang terjadi bisa didiskusikan dan diselesaikan dengan berbagai macam terobosan. Sehingga, ke depan, persoalan ini bisa dituntaskan untuk kepentingan strategis nasional. Dan, pada saat yg sama, masyarakat tidak dirugikan..

Insya Allah, sejauh ini, tim sudah bekerja dan berjalan dengan baik. Pun, jika  ada yang curiga bahwa Tim ini dibiayai oleh ITDC, itu hanya isu yang sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. Sama sekali tidak ada pembiayaan tim yang berasal dan diperoleh dari pihak ITDC.

Demikian halnya, dalam SK Tim disebutkan ada pernyataan bahwa pendanaan Tim di bebankan ke ITDC, karna memang ini semestinya tugas ITDC. Tapi, dalam praktiknya, tidak ada pembiayaan apa-apa dari ITDC.

Pada akhirnya, semangat kita sama-sama ingin mencari kemaslahatan bersama. Anggota tim sangat berpengalaman dan terbuka atas berbagai masukan dan saran. Tapi, at the end of the day, tentu tidak mungkin kita bisa memuaskan semua orang. 

Insya Allah, upaya-upaya dialog dengan hangat dan penuh kekeluargaan akan terus di lakukan. Doakan kami, semoga semuanya lancar. Amin.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done