Relokasi JKK MotoGP Mandalika Kondusif, Gubernur NTB Apresiasi Amaq Bengkok dan sikap Persuasif-Humanis ke Warga - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 27 November 2020

Relokasi JKK MotoGP Mandalika Kondusif, Gubernur NTB Apresiasi Amaq Bengkok dan sikap Persuasif-Humanis ke Warga

SINERGINTB.COM, LOMBOK TENGAH - Capaian Tim Percepatan Penyelesaian Sirkuit Mandalika bersama Polres Lombok Tengah dan ITDC (Indonesian Tourism Dovelopment Corporation) terbilang luar biasa. Setelah melalui pendekatan yang persuasif dan humanis, satu per satu, warga yang mengklaim lahan di area Jalan Khusus Kawasan (JKK) Mandalika Street Sircuit secara sukarela meninggalkan lahan yang diklaim.

Terbaru, Amaq Bengkok yang selama ini bertahan mengklaim area di tikungan ke-8 sirkuit, akhirnya bersedia direlokasi. Sejak Rabu (25/11/20), Amaq Bengkok bersama keluarga membongkar rumahnya, hijrah ke Dusun Petiwung, Desa Kuta, tidak jauh dari area KEK Mandalika. Dan, di hari Jumat (27/11/20) ini, proses clearing selesai dengan lancar. 

Setelah melalui berbagai pendekatan, Amaq Bengkok dan keluarga akhirnya meninggalkan lahan yang diklaim di area JKK Mandalika. Bahkan, Amaq Bengkok dan keluarga membongkar sendiri rumah yang ditempati. Proses relokasi pun dibantu dari pihak ITDC. 

 “Terima kasih atas kerjasama semua pihak, proses relokasi warga sampai saat ini terus berjalan lancar,” ungkap Director Manager The Mandalika ITDC I Wayan Karioka kepada wartawan (26/11).

Saat ini, kata Karioka, proses land clearing dan penyelesaian ground work terus dikebut, paralel dengan berbagai item pekerjaan yang termasuk dalam kelengkapan area sirkuit. Progres pekerjaan untuk ground work sudah mencapai 97 persen, bahkan proses pengasapalan untuk jalan inspeksi sirkuit sudah mulai dilakukan. “Pekerjaan pembangunan JKK Mandalika masih on the track. Target kami selesai sebelum proses homologasi,” jelas alumni SMAN 1 Mataram ini.

Terkait proses relokasi Amaq Bengkok ini, Kepala Divisi Construction Enhancement ITDC Aris Joko Santoso mengungkapkan, warga yang mengklaim lahan yang direlokasi dan bagi warga yang tidak memiliki lahan, diberikan kesempatan untuk menempati HPL 94 sebagai hunian sementara (Huntara), bahkan ITDC juga menyiapkan Huntara plus fasilitas publik pemukiman di area tersebut.

“Proses relokasi rumah Amaq Bengkok juga kami sediakan transport untuk mengangkut rumah, barang-barang, dan ternaknya,” jelas Joko.

Kata Joko, siang ini juga lahan yang selama ini diklaim Amaq Bengkok, akan dilakukan land clearing untuk menyempurnakan area sirkuit di tikungan ke-8, atau area setelah tunnel II. Sebelumnya, sebagian lahan di area ini juga diklaim Sibawaih, ahli waris Amaq Semin. Area ini juga sejak pekan lalu sudah dilakukan proses land clearing.

“Area yang belum di land clearing memang hanya di lahan yang diklaim Amaq Bengkok. Sesuai standar teknis, tanahnya akan digali kemudian diganti dengan material pilihan, kemudian dipadatkan,” jelas Joko.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penyelesaian Sirkuit Mandalika AKBP Awan Hariono menjelaskan, pihaknya berupaya keras melakukan proses relokasi warga dari area dengan pendekatan persuasif dan humanis, seperti arahan Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal, serta rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM.

“Kami terus secara intens berdialog dengan warga yang masih mengklaim lahan di area sirkuit,” ungkap Awan.

Menurutnya, keberadaan MotoGP merupakan proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak luar biasa terhadap ekonomi masyarakat. Tidak hanya, bagi provinsi NTB, tetapi juga untuk negara dan bangsa Indonesia. Keberadaan tim yang bekerja mengurai berbagai persoalan terkait lahan di KEK Mandalika ini, awalnya diusulkan Kapolda NTB, kemudian disetujui Forkopimda dan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTB.

“Sudah menjadi tugas kepolisian melakukan pengamanan aset dan program strategis pemerintah,” pungkas mantan Kapolres Sitobondo, Jawa Timur ini. 

Senada juga diungkapkan Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho yang selama ini juga tidak kenal lelah mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya untuk menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

"Kami bisa saja melakukan pengerahan kekuatan secara paksa, tetapi tidak kami lakukan. Yang nomor satu dan utama adalah dialog terus menerus dengan masyarakat,” tandasnya. “Ini tidak menghilangkan hak warga untuk menempuh jalur hukum,” tambahnya.

Demikian juga diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto terkait proses relokasi warga yang mengklaim lahan di KEK Mandalika ini. “Ini kerjasama  tim yang luar biasa. Masyarakat juga kami apresiasi atas dukungannya untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan,” tandasnya. 

Di tempat terpisah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengapresiasi capaian positif yang telah dilakukan oleh Tim Percepatan sejauh ini. Langkah-langkah melalui jalan dialog dan komunikasi yang baik dengan warga klaim disebutnya sebuah pendekatan humanis yang nantinya menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Daerah secara harmonis dan berkelanjutan. 

Secara khusus, orang nomor satu NTB ini pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Amaq Bengkok dan warga klaim lainnya yang telah dengan secara ikhlas meninggalkan lahan tersebut ke wilayah relokasi demi kemajuan daerah ke depan.

"Kami berterima kasih kepada Amaq Bengkok dan yang lain. Ini menjadi contoh nyata, warga kita pada dasarnya sangat mendukung kemajuan daerah juga negeri ini. Kehadiran KEK Mandalika dan MotoGP ini, insya Allah, akan semakin membuka ruang yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita. Mari kita kawal bersama, "pungkas Gubernur di sela-sela pertemuan dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi di Jakarta, Jumat (27/11/20) siang. 


Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done