Tikungan Akhir Penyelesaian Sirkuit MotoGP - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Jumat, 06 November 2020

Tikungan Akhir Penyelesaian Sirkuit MotoGP

Oleh: M. Zakiy Mubarok, SH. 

AKBP. Awan Hariono, Sabtu (17/10), terlihat satu meja dengan perwakilan Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Dr. Widodo Dwi Putro, SH. Meski keduanya nampak sedang berbincang serius namun dari kejauhan terlihat raut muka Wakil Direktur Reskrimum Polda NTB dan Dosen Fakuktas Hukum Universitas Mataram itu, santai dan biasa, layaknya pertemuan dua orang sahabat yang lama tak berjumpa. 

Keduanya bertemu pasca keluarnya rekomendasi Komnas HAM Nomor : 1132/R-PMT/X/2020 tentang Rekomendasi Tindak Lanjut  Penanganan dan/atau Penyelesaian Masalah Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika. Hari itu, adalah hari dimana pihak ITDC dan Tim Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan ITDC akan menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM dimaksud. 

"Hari ini kami akan melakukan verifikasi data dan dokumen, dilanjutkan dengan cross check ke lapangan berdasarkan data dan dokumen tersebut. Kami terbuka dan transparan, bahkan siap diintervensi jika ada data yang dimiliki ITDC tidak akurat. Prinsipnya kami sangat menghormati rekomendasi Komnas HAM," kata Awan Hariono, Ketua Tim Percepatan. 

Soal sengketa lahan antara ITDC dan warga klaim, tampaknya telah memasuki tikungan akhir menuju terwujudnya sirkuit MotoGP di Kuta Mandalika Lombok. Karena tinggal beberapa saat lagi akan menyentuh garis finish, setelah sebelumnya melalui lintasan proses yang cukup panjang, berliku, dan melelahkan. 

Layaknya sebuah kompetisi sport MotoGP, semua pihak tentu berharap, tidak ada satupun yang cedera saat menyentuh garis finish yang diakibatkan kecelakaan baik karena adanya manuver para kontestan, maupun karena adanya  kesalahan teknis yang luput dari perhatian. Bahwa ada satu pihak yang lebih dahulu mencapai garis finish itu adalah sebuah keniscayaan. 

Tapi, spirit yang harus dikedepankan adalah bagaimana tercipta penyelesaian yang sama-sama menyenangkan dengan mengedepankan sportifitas. Berulangkali Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., menekankan, jangan sampai ada pihak yang dikorbankan. 

Karena itu, Gubernur NTB, yang lebih akrab disapa Bang Zul, mengklarifikasi melalui akun media sosialnya, terkait tudingan beberapa pihak tentang tidak independennya Tim Percepatan karena dibiayai oleh ITDC. "Nggak bener ITDC membiayai tim, dalam SK memang tercatat seperti itu, tapi faktanya tidak ada," tulis Bang Zul yang dikutip oleh sebuah media online.


Senada dengan itu, saat berkunjung ke rumah dinasnya, Kapolda NTB, Irjen. Pol. Moh. Iqbal, S.IK. MH., juga menegaskan tidak adanya dana dari ITDC untuk membiayai kerja dan kinerja tim percepatan. "Nggak ada itu," jawabnya singkat namun tegas saat ditanyakan perihal tersebut. 

Mengapa soal pembiayaan itu perlu diklarifikasi dengan tegas, karena spekulasi berkembang pembiayaan menjadi salah satu faktor tim menjadi tidak independen dalam menyelesaikan tugasnya. 

Bagi Gubernur NTB dan Kapolda NTB, langkah percepatan penyelesaian lahan antara ITDC dan warga klaim semata-mata karena kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai kawasan prioritas pembangunan oleh pemerintah pusat. Selain Presiden Joko Widodo, sejumlah Menteri juga telah mengunjungi lokasi dimaksud. Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan para pembantunya di kabinet, terus memastikan progres dari pembangunan di kawasan tersebut berjalan sesuai dengan rencana. 

Jika tidak ada perubahan, Oktober 2021 event MotoGP akan digelar. Kita bisa membayangkan, pada saat event itu berlangsung, tidak hanya nasional, tetapi pandangan internasional akan mengarah ke daerah ini. "MotoGP adalah etalase daerah dan bangsa pada dunia internasional. Namun demikian, pembangunan di kawasan tersebut jangan sampai mengorbankan rakyat," kata Gubernur NTB dan Kapolda NTB di tempat berbeda. 

Tim Percepatan yang Transparan

Pasca terbitnya rekomendasi Komnas HAM berkaitan klaim lahan antara beberapa warga dengan pihak ITDC, Tim Teknis Penyelesaian Masalah Tanah di Kawasan KEK Mandalika Kuta Lombok Tengah, langsung bekerja menindaklanjuti rekomendasi tersebut. 

Tim Teknis yang diketuai oleh AKBP Awan Hariono yang juga Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah NTB ini antara lain beranggotakan dari unsur Kejaksaan, Kepolisian, Badan Pertanahanan Nasional, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Daerah Lombok Tengah, 

Sebagai langkah awal, Tim Teknis melakukan identifikasi dan verifikasi (cek lapangan) data dan dokumen ke lokasi yang menjadi objek sengketa (klaim). Dalam proses ini, warga klaim menunjukkan pada tim lokasi yang diakui sebagai miliknya. 

Saat melakukan verifikasi data di lapangan pada objek lahan, Tim didampingi oleh perwakilan dari Komnas HAM. Sedikitnya ada 16 lokasi/titik yang diverifikasi secara faktual pada saat itu sesuai jumlah yang diadukan ke Komnas HAM. 

Pada hari Senin (19/10) seluruh tim yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi, kejaksaan, BPN, pemerintah daerah, kepolisian, dan korem, menggelar ekspose di Hotel Santika. Ekspose yang digelar dua hari itu pun dihadiri pula oleh perwakilan Komnas HAM, plus dua orang pakar hukum. 

"Proses ini bukan transparan lagi mas, tapi sudah sangat terbuka. Selama proses ini berlangsung,  hasil kerja dari tim satgas boleh di intervensi atau dikoreksi oleh Komnas HAM, kuasa hukum warga klaim, atau warga klaim sendiri," kata Awan Hariono. 

Beberapa hari kemudian, Tim melakukan verifikasi data dengan warga klaim, yang juga dihadri oleh perwakilan Komnas HAM dan Kuasa Hukum warga klaim. Semua data dan dokumen yang ada dibedah satu persatu. Proses berlangsung sangat transparan dan tidak ada intimidasi atau pemaksaan dari semua pihak. Selain transparan, juga mengedepankan objektivitas. Jika data yang dimiliki oleh ITDC dirasakan masih tidak kuat, tim akan mengeluarkan rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti oleh ITDC, begitupun sebaliknya. 

Jika melihat proses tersebut, terasa sekali, baik warga klaim maupun ITDC sama sama menginginkan, Rossi dan Marquez menggelindingkan roda motornya di Sirkuit MotoGP Mandalika.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done