Guring Rimba Menyapa, Gubernur NTB dan Hutan Kita - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Rabu, 03 Februari 2021

Guring Rimba Menyapa, Gubernur NTB dan Hutan Kita

 


Oleh: Rusdianto Samawa

(Pendiri Teluk Saleh Institute)

"Sebuah catatan untuk sahabat Guring Rimba Karambe, sang Aktivis Konservasi, dari Halmahera Timur"

___________________

Tulisan ini muncul atas pujian Guring kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Ternyata ia sering mengikuti postingan Facebook (FB) resmi orang nomer satu NTB tersebut. Karena kami bersahabat, Guring dan saya melakukan Video Call beberapa waktu lalu.

Seorang Guring, sapaan akrabnya, sulit memuji personalitas seseorang. Tetapi, pada malam itu, ia memuji langkah pertama Gubernur NTB.

Guring menyapa: "selamat menempuh peradaban baru dengan langkah pertama. Hutan itu pasokan napas manusia. Kerusakan hutan setara rusaknya keadaban manusia. Hebat Pak Gubernur NTB."

Awalnya, saya merasa bingung dengan yang ia sampaikan. Saya jadi bertanya, apa maksud pujian yang ia lontarkan. Ia pun mempertegas melalui sebuah jawaban. Menurutnya, Keputusan Gubernur NTB yang melarang kayu keluar Daerah adalah keputusan sangat tepat. Langkah pertama melindungi hutan-hutan NTB.

Guring membaca pesan pendek Gubernur NTB yang melarang kayu keluar dari Pulau Lombok dan Sumbawa. Guring riang gembira. Karena pemimpin daerah hadir selamatkan hutan untuk kepentingan bersama.

Keputusan itu diambil setelah Gubernur NTB rapat bersama Kadis LHK, Danrem, Kajati, Wakapolda, Sekda, Danlanal, Danlanud dan lainnya. Tentu agendanya gerakan penghijauan hutan NTB yang gundul dan maraknya Illegal Loging.

Kesimpulan penting dalam rapat bersama tersebut adalah melarang Kayu keluar dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok yang bertujuan menahan terjadinya laju illegal Logging yang dulu marak dilakukan. 

Jelas, Gubernur NTB langsung memberi tugas berat pada Dinas LHK agar membuat peta wilayah daerah yang tidak boleh ditanam jagung sehingga mampu hindari penjarahan hutan lebih lanjut. Sehingga, diharapkan Tim Gugus Tugas Kehutanan dan Illegal Logging perkuat koordinasi untuk melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan organisasi pemuda. Tentu outputnya sistemik dan komprehensif agar NTB bisa kita hijaukan kembali. Hutan kembali asri dan lestari.

Perkembangan, perlindungan dan pengamanan kondisi hutan NTB perlu segera tertangani atas maraknya pembalakan liar yang semakin masif sehingga dibutuhkan sinergitas semua stakeholder untuk menghilangkan pembalakan hutan di NTB. Sudah banyak hutan yang hilang dan sumber air menjadi berkurang. Masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan.

Oktober 2020 tercatat 360 ribu hektar kawasan hutan yang rusak akibat pembalakan, kebakaran, illegal logging, peladangan, penggarapan hutan adat dan pembuatan pemukiman sehingga perlunya pemetaan kawasan topografi yang boleh dan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung.

Langkah di atas, mendapat pujian dari Guring. Sekaligus beri masukan kepada Gubernur NTB bahwa perlu penyelamatan secara singkat dan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Guring bilang; "Hutan NTB masa depan anak dan cucu kedepannya. Apa yang dilakukan hari ini, 20 - 30 tahun kedepan baru berdampak manis," ucapnya.

Guring memberi saran dan masukan bahwa laut NTB tercemar karena vegetasi alamnya berubah seiring terjadinya kerusakan hutan alami sebelumnya. Sehingga apabila banjir dan musim hujan, sampah, kayu bemuara pembuangannya ke Laut.

Harapan Guring kepada Gubernur NTB; "teruslah bekerja, kembalikan kejayaan hutan NTB. Karena sebagian besar ketergantungan masyarakat pada hutan."

Analogi Guring melihat NTB seperti kertas Tissue, awalnya alamnya tersusun dengan baik. Namun masyarakat anggap potensi penghasilan yang besar. Jadi, dikelola tidak melihat aturan main. Sehingga NTB saat ini seperti tissue yang kecek, berusaha untuk diperbaiki dan perbaharui agar indah seperti sedia kala.

Ya, terima kasih juga kepada sahabatku, Guring, yang telah memberi testimoni kepada Gubernur terbaik NTB saat ini. Sampai jumpa di lain waktu, kawan. Terima kasih atas cerita perdebatan dialog pertama 2006 di Jakarta yang membuat kita berkenalan dan bersahabat hingga hari ini.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done