Quo Vadis WSBK: Unboxing Paket dan Shadow Economy - Sinergi NTB
Terbaru
Loading...

Minggu, 14 November 2021

Quo Vadis WSBK: Unboxing Paket dan Shadow Economy


Oleh: Dr. M. Firmansyah 

(Dosen FEB Unram) 

Alhamdullilah. WSBK on the right track. Walau ada riak-riak. Misal, heboh unboxing paket milik Ducati. Namun semua sudah clear, semua sudah diklarifikasi. 

Mandalika akan jadi pusat perhatian. Mata dunia sedang tertuju pada kawasan ini. Ini kawasan superprioritas nasional. Sunggu membanggakan daerah. Juga nasional. 

Bangga saja tidak cukup. Sebagai masyarakat lokal. Tentu berharap kawasan ini punya magnet. Mampu dorong ekonomi lokal ke atas. Pun mampu menarik yang di bawah. 

Pertanyaan besar, apa untungnya bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Jangan dianggap norak, atau mengada-ada pertanyaan ini. 

Apakah untung bagi daerah karna tiket mahal itu akan turut bermuara di daerah. Atau karna belanja penonton yang ke sini. Belanjanya produk apa. Jasa apa. 

Apakah belanja produk dan jasa lokal? Produk lokal apa? Seberapa siap produk itu, dan seberapa mau orang beli dan gunakan? 

Benak saya sedang cari jawaban. Mungkin terlalu cerewet. Tapi harus. Karna kita ingin ekonomi lokal tumbuh karna episentrum ekonomi saat ini, ada di sini. 

Kita punya sentra kuliner, misalnya. Apakah sudah disiapkan? Kesiapan artinya kita samakan standar internasional dengan standar yang sekarang kita punya. 

Kita samakan antara harapan dan kenyataan. Ekspektasi dan existing para pengunjung. 

Cita rasa, higienitas, standar layanan, penampilan dan benahi kawasan. Siapa yang bertugas melakukan itu. Kapan komitmen siapnya. Bila belum siap. 

Jangan sampai muncul shadow economy. Kegiatan di sini. Tapi tidak dirasa oleh masyarakat sini. Semua tidak tercatat sebagai PAD. Pendapatan Asli Daerah, dan Pendapatan Asli Di sini. 

Cirinya: kita bisa amati. Keliatannya rame, orang pada sibuk tapi bisnis lokal, kok, tidak ada perubahan. Itu Indikasi ada shadow economy yang kuat. Sisi lain. 

Sepanjang pinggir jalan dari bandara menuju Mandalika adalah kawasan-kawasan strategis. Jangan sampai terdengar, ada beberapa hektar terjual. Dibeli orang luar. Dia dirikan entitas bisnis. Hilang sudah peluang. 

Apakah sudah ada rencana mau bangun sesuatu di sepanjang jalur itu? 

Kalau saya, mungkin banyak juga yg lain, tidak ingin habiskan uang jutaan rupiah untuk tonton WSBK atau MotoGP. Saya cukup nonton di televisi saja. Masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting. 

Bagi saya, ada dan tidaknya WSBK dan MotoGP tidak berpengaruh ke saya saat ini. Tapi tentu sangat berpengaruh bagi pelaku bisnis lokal. Bila didesain, diskenariokan. Itulah perlu dibicarakan. 

Bila tahap satu yaitu bangun fisik sudah oke. Bahkan begitu serius ditanggapi bila ada yang coba ganggu kesuksesannya. Nex step, pikirkan tahap rancang bangun ekonomi lokal. 

Marahlah sejadi-jadinya bila terjadi unboxing paket bisnis milik masyarakat lokal oleh pihak tertentu. Kalau itu terjadi tentu kita merasa sedih. Walau mungkin tak kuasa marah-marah.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Kami menerima tulisan berupa opini, artikel serta beragam jenis tulisan menarik lainnya. kirimkan ke email kami sinergy@gmail.com.
Done